Sabtu, 22 Juni 2013

Kajian Organisasi dalam Sistem Matrix

Beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam melakukan proses pengembangan organisasi berkaitan dengan sistem proyek yang menjadi strategi utama dalam proses operasional perusahaan.  Ketika organisasi tersebut akan menetapkan suatu struktur organisasi yang tetap (fix) kadangkala mengalami kesulitan terkait dengan naik dan turunnya penanganan kinerja operasional proyek. Lalu bagaimana solusi yang paling tepat dalam mengoptimalkan organisasi dalam perusahaan yang mengalami masalah seperti ini?

Solusinya adalah dengan mengembangkan organisasi berkonsep struktur matrix.  Pemahaman berhubungan dengan kajian organisasi dengan konsep matrix tersebut dijalankan dengan memberikan dua fungsi yang berbeda antara bagian struktural dan fungsional. Penjelasan untuk pengembangan fungsi yang dimaksud adalah seperti yang dijelaskan dalam uraian berikut:

(1) Aspek struktural

Dalam fungsi struktural, proses aplikasi pengembangan lebih mengacu kepada pemastian fungsi manajemen operasional dijalankan.  Proses aplikasi yang sulit digabungkan dengan aspek fungsional.  Dalam konsep struktural, hal yang terpenting adalah menjaga agar aturan perusahaan dijaga agar tidak terjadi penyelewangan.  Tahapan proses yang akan diaplikasikan adalah fungsi HRD, Finance Accounting dan Pengembangan manajemen marketing.  Dimana proses ini diharapkan memiliki tingkat nilai yang optimal ketika perusahaan dalam kondisi muatan yang maksimal ataupun tidak.

(2) Aspek fungsional

Pemahaman dalam konsep fungsional dimana perusahaan dapat mengaplikasikan secara optimal tergantung kepada keaktifan kinerja operasional yang dimaksud.  Dimana fungsi ini adalah fungsi yang menjadi produk utama dalam perusahaan.

Pengembangan organisasi dengan bersifat matrix ini dapat membantu perusahaan agar bekerja dengan optimal dengan konsep manajemen yang lebih strategis.  Kembangkan operasional organisasi perusahaan Anda dengan mengembangkan kajian organisasi yang tepat. Lakukan pencarian referensi eksternal sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 15 Juni 2013

Training Need Analysis

Apakah program pelatihan di perusahaan Anda sudah berjalan dengan efektif?  Banyak perusahaan mengalami kegagalan dalam mengelola program pelatihan di dalam perusahaannya, ilustrasi sederhana yang muncul adalah dengan tingginya nilai investasi yang diberikan namun nilai pengembalia dari investasi tersebut tidak dapat terukur secara maksimal.  Mengapa demikian?

Permasalahan utama yang timbul adalah adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan pelatihan yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut dengan standar kompetensi yang seharusnya menjadi persyaratan jabatan itu sendiri. 
Salah satu cara paling efektif yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan proses pengembangan analisis kebutuhan pelatihan adalah dengan melaksanakan training need analysis. 


Dimana dalam kegiatan ini perusahaan akan melakukan proses pemetaan kompetensi terhadap jabatan yang ada ntuk kemudian dilakukan suatu penetapan batasan minimum kompetensi yang ditetapkan.  Setelah proses pemetaan kompetensi dijalankan maka dilakukan proses aplikasi terhadap perhitungan status unit kompetensi dalam pelatihan yang ada.
Tujuan terpenting dari kegiatan training need analysis selain untuk membantu pengembangan pelatihan internal sebagai dasar penyusunan dari pelatihan internal juga sangat penting dalam membuat program seleksi dalam pemilihan training eksternal.  Menarik bukan? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan program training need analysis dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 17 Maret 2013

Pelatihan Penyusunan Standard Operating Procedure

Para pemilik usaha saat ini banyak yang mengalami kejutan yang menyenangkan, namun juga sangat membuat khawatir.  Pertumbuhan dan peningkatan bisnis dalam beberapa bidang usaha menunjukkan angka yang baik dan bahkan di beberapa tempat melonjak tajam. Ketika melonjak itulah, banyak pengusaha yang menjadi khawatir bahwa kemampuan sumber daya yang ada dalam perusahaan tidak dapat mengakomodasi pengembangan manajemen operasional mereka.  Ketika segala sesuatu sudah dalam keadaan serba sibuk, kadangkala sistem tidak dijalankan atau bahkan tidak dibentuk.  Pembentukan pola pekerjaan hanya berdasarkan pada kompetensi dan kepercayaan kepada individu karyawan.  Tentu hal ini tidak memberikan manfaat yang sehat bagi perusahaan.
Lalu bagaimana cara yang paling yang tepat untuk mengoptimalkan usaha Anda.  Salah satu strategi yang paling tepat adalah dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) pada perusahaan Anda.  Proses penyusunan SOP dapat dilakukan secara mandiri di dalam perusahaan dengan pembekalan pelatihan yang memadai.  Pelatihan dengan model dua hari pelatihan dapat membantu proses pengembangan dan implementasi penyusunan SOP dalam perusahaan Anda.
Berikut adalah kurikulum dari pelatihan yang akan dijalankan.

Hari Pertama
(1) Pemahaman mengenai Standard Operating Procedure
(2) Penyusunan konsep produk organisasi
(3) Analisis kajian organisasi
(4) Evaluasi organisasi dan business process
(5) Penyusunan struktur organisasi
Hari Kedua
(1) Penetapan alir proses
(2) Proses penetapan struktur organisasi
(3) Proses penetapan flow process
(4) Proses penyusunan dan penulisan Standard Operating Procedure
(5) Workshop
Diharapkan dalam dua hari pelatihan ini, organisasi Anda akan semakin handal dalam menyusun SOP secara mandiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 04 Februari 2013

Bagaimana Menyusun Job Description yang Tepat

Banyak perusahaan yang melihat bahwa job description adalah proses sederhana dimana penyusun job description tersebut hanya melihat sebagai suatu proses kegiatan administrasi dimana dilakukan pencatatan terhadap pekerjaan dari suatu jabatan tertentu.  Perusahaan harus melihat proses penyusunan job description adalah suatu tahapan atau proses strategis yang ditetapkan untuk dapat membantu pengembangan organisasi. Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat melakukan proses penyusunan job description itu sendiri?

(1) Memahami proses operasional pekerjaan dalam ruang lingkup perusahaan

Adalah menjadi hal yang penting dalam tahapan proses ini adalah mengembangkan konsep strategis dari manajemen operasional yang dijalankan dalam perusahaan.  Dimana alokasi individu dipastikan untuk berperan secara strategis dapat mengembangkan dan mengoptimalkan konsep pengembangan sumber daya manusia dalam perusahaan.

(2) Melakukan perumusan rancangan alokasi beban kerja berdasarkan struktur organisasi

Penetapan dan perumusan terhadap struktur organiasi yang kemudian nantinya akan dialokasikan menjadi pertanggung jawaban yang terkait dengan fungsi dan kewenangan yang ada dalam struktur organisasi yang dimaksudkan tersebut termasuk di dalamnya adalah aplikasi dari penetapan sistem yang dijalankan dalam perusahaan.  Bagaimana suatu beban kerja dialokasikan untuk mencapai ketepatan berdasarkan status aplikasi pengembangan operasional dari suatu sistem tersebut dijalankan.

(3) Melakukan proses pemetaan suatu jabatan atau posisi tertentu dalam menetapkan struktur organisasi

Jabatan yang ditetapkan tersebut menjadi bagian yang sangat penting dalam menggerakkan suatu proses atau pengembangan operasional.  Penetapan pemetaan dalam proses itu kemudian yang ditetapkan dalam aplikasi penyusunan kemudian dijelaskan ke dalam format uraian jabatan yang ada.
Penetapan strategis yang terkait dalam pengembangan job description menjadi suatu tahapan ataupun proses uraian jabatan yang ditetapkan dalam aplikasi pengembangan fungsi, tugas dan tanggung jawab dari suatu jabatan.  Lakukan penyusunan uraian jabatan yang tepat beserta proses sosialisasinya, kembangkan referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 05 Januari 2013

Pentingnya Pengembangan Kinerja Tim dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang mengalami kesulitan dalam beroperasi dan berkembang secara strategis dikarenakan adanya masalah dengan kinerja tim. Dalam beberapa kesempatan, seringkali ditemui perusahaan memiliki kemampuan untuk melakukan proses rekruitmen karyawan dengan kapasitas manajemen yang tinggi, tapi akhirnya menjadi melempem hanya disebabkan budata kinerja tim tidak muncul dalam perusahaan yang dimaksud. Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat mengoptimalkan kinerja tim dalam organisasi.
ist1_1259811_training
(1) Mengembangkan sistem manajemen pelatihan

Pengembangan program pelatihan yang berbasiskan kinerja tim merupakan suatu langkah strategis yang dapat diaplikasikan dalam suatu program dan mekanisme kinerja internal dalam organisasi. Program pelatihan yang dikelola dengan mengkombinasikan suatu bentuk konsep pemahaman yang kuat bahwa performa perusahaan juga sangat tergantung ke dalam performa kinerja kelompok yang ada dalam organisasi.

(2) Pengembangan program penilaian karyawan berbasiskan pada kinerja tim

Akan menjadi suatu langkah yang tepat bagi organisasi apabila dilakukan proses pengembangan kombinasi antara performa individu dan performa kelompok dalam proses evaluasi kinerja. Dimana nilai proporsional keberhasilan kinerja tim juga terukur untuk dapat mengoptimalkan kinerja tim yang optimal.

(3)Program seleksi dan evaluasi karyawan

Kekuatan tim sangat terpengaruh kepada konsep leadership yang muncul pada posisi atas, namun bukan berarti bahwa karyawan level bawah tidak dipupuk aspek kepemimpinannya. Program seleksi dan evaluasi karyawan yang tepat dan profesional, dapat membantu untuk mendapatkan kelompok karyawan yang bekerja berbasiskan atas profesionalitas dan kepatuhan terhadap peraturan maupun disiplin kerja yang dijalankan bersama-sama dalam organisasi.

(4) Penyusunan Sistem

Ada baiknya untuk memulai membentuk sistem kerja berbasiskan pada aspek profesionalisme, mendudukkan fungsi berdasarkan suatu penjelasan tertulis dan sistematis yang dapat mengalokasikan beban kerja dalam organisasi ke dalam fungsi yang tepat, sehingga konsep P (Planning), D (DO), C (Check) dan A (Action) dapat dijalankan secara tepat dan profesional.

Lakukan pengembangan kinerja tim sebagai bentuk budaya manajemen organisasi perusahaan. Pertimbangkan untuk mendapatkan informasi referensi eksternal yang tepat, agar perusahaan Anda dapat berkembang secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 26 Oktober 2012

Program Perencanaan Karir Karyawan

Setiap karyawan mengembangkan keterikatan yang berbeda-beda antara dirinya dengan perusahaan. Beberapa karyawan memposisikan fungsinya hanya sebagai pekerja, yaitu dengan menjalankan fungsi dan tanggung jawab seperti yang termuat dalam uraian pekerjaan dan kompetensi yang terkait dengan manajemen sumber daya manusia yang diterapkan dalam perusahaan.
Lalu bagaimana cara menyusuna perencanaan karir karyawan yang ada dalam perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam menjalankan perencanaan karir karyawan.

(1) Proses pengelompokan cluster pekerjaan

Perusahaan dapat menjalankan pemetaan kompetensi yang mana data yang diambil dalam kelompok pekerjaan yang merupakan hasil pengukuran perumusan yang terkait dengan status evaluasi analisis jabatan. Setelah dilakukan analisis jabatan, dapat dibuatkan klasifikasi keluarga pekerjaan (working family) yang mencakup kelompok pekerjan dan jabatan (job family) yang dapat menjadi suatu pengembangan karakteristik serta kelompok dari pekerjaan yang ada.

(2) Proses penyusunan job grade

Lakukan proses analisis jabatan dari pekerjaan yang ada, kemudian lakukan proses formulasi untuk menetapkan perumusan yang terkait dengan status job grade yang ada pada setiap jabatan. Proses perumusan job grade ini dapat dijalankan dengan melakukan proses pengembangan dengan menggunakan berbagai metode yang kemudian dapat dilakukan sebagai panduan apabila akan menjalankan proses pengembangan job grade yang ada dalam perusahaan.

(3) Proses pemetaan jalur karir

Dari kelompok jabatan dan kemudian digabungkan dengan job grade yang sudah dirumuskan tersebut. Untuk kemudian ditetapkan jalur karir per kelas jabatan. Penyusunan prosedur yang tepat dan mengakomodasi kebutuhan peningkatan status kompetensi yang terkait dengan pengembangan karir dalam perusahaan juga sangat penting.
Proses penyusunan aspek fungsional dan struktural yang terbentuk dalam proses pengembangan jabatan juga menjadi suatu bahan pertimbangan yang penting dan optimal dalam proses pengembangan karir dalam suatu perusahaan.

Lakukan proses pengembangan terhadap status perencanaan karir yang akan dijalankan dalam perusahaan Anda. Carilah referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses pengembangan karir yang dijalankan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 21 Oktober 2012

Kesalahan dalam Program Evaluasi Kinerja Karyawan

Salah satu hal yang menjadi nilai yang terpenting dan signifikan terkait dengan pengembangan pengelolaan perusahaan dan optimalisasi yang terkait dengan penanganan sumber daya manusia dan hubungannya dengan kinerja karyawan itu sendiri. Banyak perusahaan yang salah dalam melakukan proses pengukuran kinerja yang ada dalam perusahaannya. Kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa hal:

(a) Indikator pengukuran kerja yang subyektif

Beberapa perusahaan memiliki faktor pengukuran kinerja yang sangat subyektif, misalnya penilaian terhadap prilaku dan personality dari karyawan yang mungkin tidak sesuai dengan atasannya. Hal ini apabila tidak dapat dijalankan dengan teknik implementasi yang positif dapat mengakibatkan kemunculan konflik dan justru malah menurunkan motivasi kerja dari karyawan yang bersangkutan.

(b) Ketidakjelasan dari ruang lingkup pekerjaan

Dalam suatu kelompok kerja yang belum dapat diperjelas ruang lingkup pekerjaannya, penetapan suatu program evaluasi adalah hal yang sulit untuk dijalankan. Pembagian dan penetapan proporsi pekerjaan secara tepat tidak tepat terinformasikan dapat mengakibatkan proses pembobotan terhadap kinerja menjadi berat sebelah dan berakibat munculnya ketidakberkembangnya dari suatu mekanisme kerja dalam organisasi.

(c) Periode pengukuran kinerja

Periode pengukuran yang terlalu panjang dapat menyebabkan adanya kesulitan untuk melakukan pengukuran yang obyektif, misalnya lupa dalam mengingat bagaimana performa kerja tersebut dijalankan, tahapan pengembangan operasional kinerja yang dijalankan tidak tepat sesuai dengan aspek yang dipertimbangkan dan dikelola serta pencatatan yang mungkin sudah terasa tidak sesuai dengan konteks yang ada. Hal ini dapat mengakibatkan seorang pekerja akan fokus untuk bekerja dengan baik justru pada saat dimana waktu yang ada mendekati batasan waktu pengukuran kinerja yang ada.

(d) Tidak terbarunya target kerja

Program evaluasi yang dijalankan harus menggunakan target yang dinamis untuk memastikan status dari proses pencapaian kinerja dan target selaras dengan pertumbuhan perusahaan. Untuk menciptakan suatu mekanisme yang tepat dalam peningkatan aspek optimalisasi kinerja maka ada baiknya apabila target kinerja dapat menjadi suatu bentuk target yang dinamis sehingga mekanisme dari kehidupan organisasi dalam perusahaan tercapai.

(e) Komunikasi yang tidak tepat

Sangat penting setelah melakukan program evaluasi program kerja tersebut, untuk dapat memastikan bagaimana komunikasi yang dijalankan dalam proses evaluasi kinerja tersebut dapat menstimulasi kinerja yang tepat bukan menciptakan demotivasi. Pola komunikasi yang tepat dan dibarengi dengan informasi yang interaktif antara pemegang jabatan dan karyawan yang bersangkutan akan sangat membantu pengembangan pola komunikasi yang tepat dalam perusahaan.
Mulailah untuk mengembangkan sistem evaluasi kinerja yang tepat dalam perusahaan Anda sehingga dapat mengoptimalkan proses evaluasi dan pengembangan performa kerja yang tepat. Lakukan pencarian referensi eksternal untuk mengembangkan evaluasi performa kerja dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)