Dalam perusahaan, terkadang muncul adanya konflik. Disukai atau tidak, konflik selalu muncul dalam setiap perusahaan. Namun, beberapa perusahaan menjalankan proses rekayasa sehingga memunculkan adanya konflik. Strategi manajemen konflik itu sendiri bagi beberapa perusahaan justru dapat meningkatkan motivas karyawan dalam berkompetisi namun dalam beberapa kondisi justru menempatkan perusahaan dan karyawan untuk sulit berkembang secara profesional.
Seperlu apakah perusahaan mengembangkan manajemen konflik dalam perusahaan?
(1) Melakukan Evaluasi Sistem
Perusahaan tidak dapat menilai sistem secara efektif apabila tidak terdapat konflik dalam perusahaan. Konflik dengan konstruk yang positif justru dapat membantu perusahaan untuk dapat melakukan proses evaluasi untuk mengidentifikasi apakah sistem yang disusun adalah sistem yang efektif.
(2) Pengembangan Kompetensi
Manajemen konflik yang tepat dan didukung dengan adanya sistem justru dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan kompetensi organisasi. Khususnya kompetensi non teknis. Manajemen konflik itu sendiri dapat meningkatkan kemampuan kompetisi yang dimiliki oleh perusahaan terkait dengan proses penanganan konflik sendiri. Sehingga organisasi menjadi kuat dan apabila dikelola dengan tepat, manajemen konflik justru dapat memperkuat kinerja kelompok dalam organisasi.
Mengembangkan Sistem Manajemen SDM merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan manajemen Sumber Daya Manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail,com, 08129369926)
Penyedia jasa konsultasi sumber daya manusia (SDM), penyedia jasa psikotest, penyedia jasa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia seperti sistem payroll, perumusan kelas jabatan, pembuatan peraturan perusahaan, sistem dan pengembangan pusat pelatihan, pusat pengembangan kompetensi dan kepemimpinanan. Kami memberikan pendekatan konsultasi secara tepat dan optimal terhadap pengembangan Perusahaan Anda. Lia Consulting---amarylliap@gmail.com, Hp: 08129369926
Kamis, 20 Agustus 2015
Senin, 17 Agustus 2015
Strategi Program Downsizing dalam Perusahaan
Saat ini banyak perusahaan menghadapi banyak tantangan strategis, baik itu proses pengembangan penjualan yang maksimal ataupun biaya operasional yang semakin tinggi. Dalam beberapa hal, perusahaan selalu berkeinginan untuk mencoba dalam mencapai strategi yang maksimal termasuk di dalamnya adalah menghindari potensi kemunculan dari program downsizing (pengurangan karyawan).
Seberapa perlu, perusahaan menjalankan program downsizing. Terdapat beberapa langkah yang dapat perusahaan dapat jalankan sebelum melakukan program downsizing tersebut.
(1) Mempelajari Statistik SDM (Sumber Daya Manusia) dalam Organisasi
Dalam melakukan proses review atas statistik SDM, sangat dibutuhkan bagi perusahaan untuk mempelajari kelompok SDM dalam perusahaannya. Apabila didominasi SDM dengan kompetensi rendah dan memiliki penyerapan keilmuan yang rendah, perusahaan harus mempertimbangkan antara biaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi karyawan dengan melakukan proses refreshment dalam organisasi.
(2) Mempelajari prilaku Organisasi
Ada baiknya dalam proses pengelolaan Sumber Daya Manusia, perusahaan juga melakukan analisis atas kajian prilaku organisasi. Terdapat fase yang harus diperhatikan oleh organisasi terkait dengan prilaku organisasi. Apabila perusahaan berada dalam fase pertumbuhan dan perkembanngan, proses downsizing akan memberikan resiko terhadap pertumbuhan dan prilaku organisasi yang dimaksudkan tersebut. Namun apabila organisasi tersebut berada dalam taraf kejenuhan maka salah satu cara untuk dapat bertahan adalah dengan melakukan proses pengembangan program downsizing.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam pengembangan program manajemen SDM dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Seberapa perlu, perusahaan menjalankan program downsizing. Terdapat beberapa langkah yang dapat perusahaan dapat jalankan sebelum melakukan program downsizing tersebut.
(1) Mempelajari Statistik SDM (Sumber Daya Manusia) dalam Organisasi
Dalam melakukan proses review atas statistik SDM, sangat dibutuhkan bagi perusahaan untuk mempelajari kelompok SDM dalam perusahaannya. Apabila didominasi SDM dengan kompetensi rendah dan memiliki penyerapan keilmuan yang rendah, perusahaan harus mempertimbangkan antara biaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi karyawan dengan melakukan proses refreshment dalam organisasi.
(2) Mempelajari prilaku Organisasi
Ada baiknya dalam proses pengelolaan Sumber Daya Manusia, perusahaan juga melakukan analisis atas kajian prilaku organisasi. Terdapat fase yang harus diperhatikan oleh organisasi terkait dengan prilaku organisasi. Apabila perusahaan berada dalam fase pertumbuhan dan perkembanngan, proses downsizing akan memberikan resiko terhadap pertumbuhan dan prilaku organisasi yang dimaksudkan tersebut. Namun apabila organisasi tersebut berada dalam taraf kejenuhan maka salah satu cara untuk dapat bertahan adalah dengan melakukan proses pengembangan program downsizing.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam pengembangan program manajemen SDM dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 10 Agustus 2015
Manfaat HR Score Card dalam Perusahaan
Bagi banyak perusahaan, perubahan dari mekansime strategis dalam peerusahaan adalah penting. Salah satu metode strategis yang dapat dikembangkan dalam perusahaan adalah melakukan proses penyusunan HR Score Card. Sedikit berbeda dengan Balanced Score Card, di mana lebih melihat pada aspek keuangan, HR Score Card disusun untuk melihat kinerja efektif perusahaan melalui aspek Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia.
Berpegangan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah suatu asset strategis perusahaan yang penting untuk dijaga. HR Score Card disusun untuk mengukur sampai sejauh mana Sistem Manajemen SDM yang ditetapkan oleh perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Bagaimana perusahaan menjaga nilai turnover dari karyawan sehingga dapat menjaga perusahaan dari resiko kerugian akibat kehilangan karyawan yang potensial. Bagaimana sistem rekruitmen dapat dijalankan dengan baik sehingga dapat merekruit karyawan yang memiliki potensi yang positif.
Manfaat terbesar dalam proses penerapan HR Score Card adalah menetapkan suatu sistem pengukuran akan Sistem Manajemen SDM yang dikembangkan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan SDM perusahaan. (08129369926, amarylliap@gmail.com)
Minggu, 24 Mei 2015
Penyusunan Analisis Jabatan dalam Organisasi
Proses analisis jabatan, adalah tahapan untuk melakukan suatu proses penelaahan terkait dengan karakteristik pekerjaan, baik dari sisi resiko, tingkat kesulitan, ataupun kompetensi yang dipersyaratkan. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan analisis, yang di dalamnya sendiri adalah tahapan langkah sebagai berikut:
(1) Mengkaji Uraian Jabatan
Adalah penting bagi suatu perusahaan untuk dapat menjalankan proses analisis jabatan dengan melakukan proses kajian dari uraian jabatan untuk dapat memastikan kondisi aktual pekerjaan yang terkandung dari jabatan tersebut. Proses kajian dapat dilakukan dengan analisis dokumen serta proses interview. Kedua pekerjaan tersebut harus dijalankan bersamaan untuk dapat memastikan bahwa jabatan yang dianalisis adalah benar valid.
(2) Menganalisis Kebutuhan Kualifikasi Jabatan
Proses selanjutnya adalah dengan melakukan proses identifikasi yang terkait dengan kualifikasi jabatan yang dimaksudkan tersebut. Bagaimana kualifikasi menjadi menjadi suatu aspek penting untuk melihat bagaimana tingkatan jabatan tersebut ditetapkan.
(3) Analisis Beban Kerja
Salah satu tahapan yang terpenting dari proses analisis jabatan adalah proses perhitungan beban kerja. Proses ini menuntut adanya analisis dari proses perhitungan waktu dan tingkatan resiko dari pekerjaan tersebut.
Demikian tahapan yang dilakukan dalam menjalankan proses analisis jabatan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Mengkaji Uraian Jabatan
Adalah penting bagi suatu perusahaan untuk dapat menjalankan proses analisis jabatan dengan melakukan proses kajian dari uraian jabatan untuk dapat memastikan kondisi aktual pekerjaan yang terkandung dari jabatan tersebut. Proses kajian dapat dilakukan dengan analisis dokumen serta proses interview. Kedua pekerjaan tersebut harus dijalankan bersamaan untuk dapat memastikan bahwa jabatan yang dianalisis adalah benar valid.
(2) Menganalisis Kebutuhan Kualifikasi Jabatan
Proses selanjutnya adalah dengan melakukan proses identifikasi yang terkait dengan kualifikasi jabatan yang dimaksudkan tersebut. Bagaimana kualifikasi menjadi menjadi suatu aspek penting untuk melihat bagaimana tingkatan jabatan tersebut ditetapkan.
(3) Analisis Beban Kerja
Salah satu tahapan yang terpenting dari proses analisis jabatan adalah proses perhitungan beban kerja. Proses ini menuntut adanya analisis dari proses perhitungan waktu dan tingkatan resiko dari pekerjaan tersebut.
Demikian tahapan yang dilakukan dalam menjalankan proses analisis jabatan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 22 Mei 2015
Strategi "Perampingan" Perusahaan yang Tepat dan Efektif
Bagi banyak perusahaan, kondisi saat ini adalah suatu kondisi yang sulit dan memberikan tantangan tersendiri bagi setiap perusahaan untuk dapat melalui seluruh tantangan yang muncul. Untuk menjawab tantangan, kadangkala perusahaan harus dapat melakukan langkah strategis. Salah satunya adalah langkah strategis efisiensi. Salah satu alternatif efisiensi adalah program "perampingan" sumber daya manusia.
Lalu apa saja langkah "perampingan" tersebut dapat dijalankan oleh perusahaan.
(1) Melakukan Proses Transformasi Organisasi
Ada baiknya perusahaan melakukan kajian terhadap business process dari organisasi. Bagaimana melakukan proses transformasi area kerja yang sebelumnya adalah cost centre menjadi profit centre. Beberapa tahapan dapat dilakukan seperti misalnya membentuk unit usaha ataupun mengembangkan jenis usaha investasi dan holding management. Dimana dalam konsep tersebut beberapa divisi yang sebelumnya adalah pendukung dapat dialihkan menjadi profit centre.
(2) Meningkatkan Nilai Kerja Sumber Daya Manusia
Langkah ini dilakukan dengan memberikan suatu program strategis agar nilai kerja sumber daya manusia teroptimalkan. Reorganisasi perlu untuk dilakukan untuk memastikan bahwa efisiensi dan optimalisasi sumber daya manusia dapat dikelola secara maksimal.
(3) Melakukan Proses Regenerasi Usaha
Ada kemungkinan, bahwa untuk menjawab tuntutan pasar, perusahaan harus mengubah konsep produknya. Melakukan proses regenerasi yang tepat, dimana perusahaan memberikan jawaban kepada pasar akan produk yang dibutuhkan dan dipentingkan. Proses regenerasi usaha diharapkan mendapatkan sistem organisasi yang sederhana, biaya yang efisien dan produk dengan nilai jual tinggi.
Siapkan perusahaan Anda melakukan Strategi Perampingan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjawab tantangan usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu apa saja langkah "perampingan" tersebut dapat dijalankan oleh perusahaan.
(1) Melakukan Proses Transformasi Organisasi
Ada baiknya perusahaan melakukan kajian terhadap business process dari organisasi. Bagaimana melakukan proses transformasi area kerja yang sebelumnya adalah cost centre menjadi profit centre. Beberapa tahapan dapat dilakukan seperti misalnya membentuk unit usaha ataupun mengembangkan jenis usaha investasi dan holding management. Dimana dalam konsep tersebut beberapa divisi yang sebelumnya adalah pendukung dapat dialihkan menjadi profit centre.
(2) Meningkatkan Nilai Kerja Sumber Daya Manusia
Langkah ini dilakukan dengan memberikan suatu program strategis agar nilai kerja sumber daya manusia teroptimalkan. Reorganisasi perlu untuk dilakukan untuk memastikan bahwa efisiensi dan optimalisasi sumber daya manusia dapat dikelola secara maksimal.
(3) Melakukan Proses Regenerasi Usaha
Ada kemungkinan, bahwa untuk menjawab tuntutan pasar, perusahaan harus mengubah konsep produknya. Melakukan proses regenerasi yang tepat, dimana perusahaan memberikan jawaban kepada pasar akan produk yang dibutuhkan dan dipentingkan. Proses regenerasi usaha diharapkan mendapatkan sistem organisasi yang sederhana, biaya yang efisien dan produk dengan nilai jual tinggi.
Siapkan perusahaan Anda melakukan Strategi Perampingan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjawab tantangan usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 21 Mei 2015
Mengembangkan Sistem Anti Korupsi dalam Perusahaan
Banyak perusahaan mengalami permasalahan yang terkait dengan kondisi penggelapan atau korupsi dalam sistem perusahaan. Dalam beberapa kasus, potensi penggelapan lebih banyak disebabkan karena sistem manajemen yang tidak kuat dalam memastikan sistem anti fraud tersebut dapat dijalankan.
Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat disusun terkait dengan Sistem Anti Fraud dalam perusahaan
(1) Lakukan Proses Analisis Resiko
Ada baiknya ketika sistem tersebut dibentuk dilakukan proses analisis resiko. Tujuan dari program analisis resiko tersebut adalah untuk memastikan bahwa sistem manajemen operasional tersebut secara resiko terukur.
(2) Menyusun Sistem Pencegahan
Meyusun sistem yang bertujuan untuk bermitigas terhadap proses pencegahan dari resiko yang muncul tersebut. Penetapan tindakan pencegahan yang terbentuk dalam sistem dapat dilakukan dengan cara:
(a) Menetapkan sistem pemeriksaan/ verifikasi
(b) Menghilangkan resiko atau tahapan yang beresiko
(c) Meningkatkan pelatihan karyawan
(d) Menambah tahapan sistem operasional
(3) Meningkatkan Sistem Manajemen SDM
Penggelapan/ korupsi adalah suatu resiko yang muncul akibat sistem memiliki celah. Proses pengembangkan aspek kompetensi-kompetensi non teknis yang bersifat meningkatkan aspek integritas adalah hal penting bagi perusahaan. Divisi SDM juga harus meningkatkan kemampuan dalam melakukan proses penempatan karyawan sehingga karyawan yang ditempatkan di lokasi tersebut tidak membuat suatu proses korupsi yang skematis.
Ada baiknya perusahaan mengembangkan Sistem Anti Fraud yang tepat, lakukan proses pencarian referensi eksternal dalam mengoptimalkan sistem anti fraud dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat disusun terkait dengan Sistem Anti Fraud dalam perusahaan
(1) Lakukan Proses Analisis Resiko
Ada baiknya ketika sistem tersebut dibentuk dilakukan proses analisis resiko. Tujuan dari program analisis resiko tersebut adalah untuk memastikan bahwa sistem manajemen operasional tersebut secara resiko terukur.
(2) Menyusun Sistem Pencegahan
Meyusun sistem yang bertujuan untuk bermitigas terhadap proses pencegahan dari resiko yang muncul tersebut. Penetapan tindakan pencegahan yang terbentuk dalam sistem dapat dilakukan dengan cara:
(a) Menetapkan sistem pemeriksaan/ verifikasi
(b) Menghilangkan resiko atau tahapan yang beresiko
(c) Meningkatkan pelatihan karyawan
(d) Menambah tahapan sistem operasional
(3) Meningkatkan Sistem Manajemen SDM
Penggelapan/ korupsi adalah suatu resiko yang muncul akibat sistem memiliki celah. Proses pengembangkan aspek kompetensi-kompetensi non teknis yang bersifat meningkatkan aspek integritas adalah hal penting bagi perusahaan. Divisi SDM juga harus meningkatkan kemampuan dalam melakukan proses penempatan karyawan sehingga karyawan yang ditempatkan di lokasi tersebut tidak membuat suatu proses korupsi yang skematis.
Ada baiknya perusahaan mengembangkan Sistem Anti Fraud yang tepat, lakukan proses pencarian referensi eksternal dalam mengoptimalkan sistem anti fraud dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Rabu, 13 Mei 2015
Program Pelatihan Penyusunan HR Score Card
Dalam mengembangkan prestasi kinerja dalam perusahaan, banyak
perusahaan mengalami kesulitan untuk melakukan pengukuran yang terkait
dengan kinerja sumber daya manusia. Proses investasi dalam sumber daya
manusia seperti program pelatihan dan recruitment tidak dapat
mengoptimalkan secara maksimal program-progam HR (SDM). Program HR itu
sendiri menjadi suatu tantangan bagi perusahaan untuk dapat dioptimalkan
menjadi bagian strategi yang menguntungkan dan menjadi profit.
Untuk dapat mengembangkan program pengukuran HR Score Card, ada baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan program HR Score Card tersebut. Adapun program pelatihan yang dimaksudkan tersebut adalah program pelatihan 1 (satu) hari dengan detail program pelatihan sebagai berikut:
(1) Memahami konsep HR Score Card
(2) Melakukan proses penyusunan HR Score Card dari visi dan misi perusahaan
(3) Menetapkan variabel dan kriteria pengukuran HR Score Card
(4) Workshop penyusunan program HR Score Card
Bagaimana perusahaan Anda melihat konsep strategi penerapan HR Score Card tersebut? Adalah menjadi hal dan strategi yang penting bagi perusahaan untuk menjalankan strategi HR Score Card. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep strategi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Untuk dapat mengembangkan program pengukuran HR Score Card, ada baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan program HR Score Card tersebut. Adapun program pelatihan yang dimaksudkan tersebut adalah program pelatihan 1 (satu) hari dengan detail program pelatihan sebagai berikut:
(1) Memahami konsep HR Score Card
(2) Melakukan proses penyusunan HR Score Card dari visi dan misi perusahaan
(3) Menetapkan variabel dan kriteria pengukuran HR Score Card
(4) Workshop penyusunan program HR Score Card
Bagaimana perusahaan Anda melihat konsep strategi penerapan HR Score Card tersebut? Adalah menjadi hal dan strategi yang penting bagi perusahaan untuk menjalankan strategi HR Score Card. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep strategi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)