Senin, 14 September 2015

Meminimalkan Kesalahan dalam Analisis Jabatan

Dalam proses melakukan proses analisis jabatan, banyak hal yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan. Apapun metode yang dipergunakan, baik dengan metode Hay ataupun dengan metode analisis jabatan 360 derajat dapat dipergunakan oleh perusahaan dalam menjalankan program analisis jabatan.

Namun, banyak perusahaan yang gagal dalam melakukan proses analisis jabatan yang akurat. Berikut adalah metode dan tata cara yang dapat dilakukan perusahaan terkait dengan proses untuk meminimalkan kesalahan dalam proses analisis jabatan.

(1) Menetapkan indikator parameter evaluasi
Penetapan kriteria yang dipergunakan  sebagai parameter dalam proses analisis adalah penting. Beberapa teori seperti Hay menetapkan parameter Know How, Problem Solving dan Accountability atau beberapa teori mendekatkan pada faktor resiko dan kompetensi.  Perusahaan harus memastikan parameter evaluasi tersebut selanjutnya ditetapkan dalam kuesioner yang tepat.

(2) Memastikan langkah kerja yang sistematis
Metode pembobotan dalam bentuk skoring ataupun picture map ditetapkan terkait dengan program analisis jabatan yang disusun tersebut. Harus dapat dipastikan bahwa proses evaluasi dapat dijalankan secara tepat terkait dengan penetapan bobot tersebut.

(3) Keakuratan proses pengambilan sample
Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan proses pengambilan sample yang tepat. Kegiatan interview ataupun kuesioner harus dijalankan secara mendetail dan teknis sehingga analisis yang dilakukan tidak terdapat kekeliruan.

Lalu bagaimana proses analisis jabatan di perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan kegiatan analisis jabatan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 04 September 2015

Pentingnya Mengelola Komunikasi Struktural

Di dalam perusahaan, adalah menjadi penting bagi perusahaan dalam mengelola komunikasi di dalam organisasi. Salah satunya adalah komunikasi struktural di dalam perusahaan. Komunikasi struktural adalah bentuk strategis untuk memastikan proses di dalam perusahaan beerjalan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Bagaimana proses pengelolaan komunikasi eksternal dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(1) Jalur Instruksi
Pastikan bahwa jalur instruksi disampaikan secara jelas dengan memberikan informasi atas kewenangan terhadap proses instruksi yang dimaksudkan tersebut sesuai dengan standar dan persyaratan yang ditetapkan.  Dalam beberapa hal, kewenangan ini perlu untuk disosialisasikan dan diresmikan secara jelas.

(2) Jalur Penyelesaian Masalah
Komunikasi struktural yang efektif dapat membangun adanya kreativitas dan program pembelajaran yang dijalankan dalam organisasi/ perusahaan. Pemecahan masalah yang secara struktural dijalankan dalam komunikasi efektif dapat meminimalkan resiko terhadap adanya konflik dalam perusahaan.

Perusahaan ada baiknya melakukan proses evaluasi terhadap proses komunikasi yang dijalankan di dalam perusahaan. Lakukan proses pengembangan komunikasi yang efektif secara struktural agar organisasi dapat menjalankan sistem dengan tepat dan strategis. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 03 September 2015

Strategi Kompetensi dalam Pengembangan Manajemen SDM dalam Perusahaan

Beberapa perusahaan melihat Sumber Daya Manusia adalah sumber daya sekaligus asset strategis dan penting.  Namun mengupayakan agar SDM tersebut menjadi asset adalah suatu tantangan bagi setiap perusahaan untuk dapat melakukan proses pengelolaan atas asset tersebut.
Apakah sulit untuk melakukan perubahan atas SDM yang dimiliki oleh perusahaan?
(1) Penetapan Kompetensi
 Perusahaan sebelum melakukan proses perubahan atas Sumber Daya Manusia, perusahaan menetapkan nilai atau kompetensi apa yang akan dikembangkan dari sumber daya manusia tersebut. Penetapan kompetensi adalah hal penting dan strategis dalam organisasi.  Dimana seluruh elemen dalam organisasi tersebut menetapkan satu nilai atas kompetensi yang menjadi kesepakatan dari seluruh organisasi tersebut.
(2) Penetapan Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia
Perusahaan menetapkan suatu bagian pengembangan sumber daya untuk memastikan bahwa seluruh karyawan dapat mencapai nilai kompetensi sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan organisasi.  Perusahaan harus memastikan sistem pengembangan kurikulum pelatihan diarahkan lebih pada konsep strategis pencapaian dari kompetensi yang dipersyaratakan tersebut.
(3) Penilaian Kompetensi
Tentu saja, baik sebelum maupun sesudah program pelatihan tersebut dijalankan. Ada baiknya perusahaan mampu untuk mengembangkan struktur kompetensi sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Menyusun alat ukur yang tepat untuk memastikan bahwa nilai kompetensi terpenuhi adalah suatu prasyarat penting.
Lakukan proses perubahan SDM dalam perusahaan Anda secara efektif. Pastikan bahwa kompetensi dari SDM terpenuhi sesuai dengan standar persyaratan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 30 Agustus 2015

Pengembangan e-Learning dalam Perusahaan

Banyak perusahaan menetapkan target proses training dalam perusahaan dengan jumlah tertentu. Idealnya setiap karyawan mendapatkan jam pembelajaran dalam 1 (satu) tahunnya adalah minimal 1% dari total waktu kerjanya. Namun ternyata untuk melakukan proses penyelarasan antara waktu kerja dan program pembelajaran yang dijalankan.

Metode pengembangan pelatihan dapat dikembangkan dalam bentuk pendekatan e-learning.  Selain lebih mudah untuk diakses, kegiatan e-learning juga memungkinkan jam atas pelatihan tercapai secara efisien.  Lalu bagaimana melakukan proses interpretasi atas e-learning.

(1) Pengembangan e-Library
Beberapa perusahaan mengembangkan katalog-katalog informasi, baik itu buku maupun jurnal penelitian dan pengembangan yang dibentuk dalam bentuk e-Library. Dalam e-library, karyawan dapat mengakses informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dari karyawan. Perusahaan dapat melakukan proses pengembangan dalam bentuk e-book ataupun e-jurnal.  Perusahaan sebaiknya mendorong karakter organisasi untuk dapat mengembangkan kapasitas atas penelitian-penelitian dalam proses pemecahan masalah.

(2) Pengembangan e- Training
Proses pelatihan dapat dijalankan melalui kegitan tutorial serta pengembangan produk-produk pelatihan yang memungkinkan kegiatan dilakukan dalam jarak jauh.  Konsep e-training dapat memberikan dukungan untuk menjalankan program pelatihan dimana bisa mendukung seluruh pelaksanaan training dalam area luas dan dalam waktu yang lebih efisien.

(3) Pengembangan e-Coaching
Konsep dan strategi untuk menjalankan teknik coaching dalam melakukan proses pemecahan masalah dan aktivitas untuk membagi ilmu adalah penting, Dengan menggunakan sistem berbasiskan pada produk electronic solution, adalah menjadi sangat penting dan efektif untuk dijalankan oleh perusahaan.  Proses tatap muka dapat dijalankan dalam waktu yang fleksible dan lebih efektif.

Lakukan proses pencarian referensi ekstenal yang tepat dalam mengembangkan manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 20 Agustus 2015

Perlukan Perusahaan Memiliki Manajemen Konflik?

Dalam perusahaan, terkadang muncul adanya konflik.  Disukai atau tidak, konflik selalu muncul dalam setiap perusahaan. Namun, beberapa perusahaan menjalankan proses rekayasa sehingga memunculkan adanya konflik. Strategi manajemen konflik itu sendiri bagi beberapa perusahaan justru dapat meningkatkan motivas karyawan dalam berkompetisi namun dalam beberapa kondisi justru menempatkan perusahaan dan karyawan untuk sulit berkembang secara profesional.

Seperlu apakah perusahaan mengembangkan manajemen konflik dalam perusahaan?

(1) Melakukan Evaluasi Sistem
Perusahaan tidak dapat menilai sistem secara efektif apabila tidak terdapat konflik dalam perusahaan. Konflik dengan konstruk yang positif justru dapat membantu perusahaan untuk dapat melakukan proses evaluasi untuk mengidentifikasi apakah sistem yang disusun adalah sistem yang efektif.

(2) Pengembangan Kompetensi
Manajemen konflik yang tepat dan didukung dengan adanya sistem justru dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan kompetensi organisasi. Khususnya kompetensi non teknis.  Manajemen konflik itu sendiri dapat meningkatkan kemampuan kompetisi yang dimiliki oleh perusahaan terkait dengan proses penanganan konflik sendiri. Sehingga organisasi menjadi kuat dan apabila dikelola dengan tepat, manajemen konflik justru dapat memperkuat kinerja kelompok dalam organisasi.

Mengembangkan Sistem Manajemen SDM merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan manajemen Sumber Daya Manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail,com, 08129369926)

Senin, 17 Agustus 2015

Strategi Program Downsizing dalam Perusahaan

Saat ini banyak perusahaan menghadapi banyak tantangan strategis, baik itu proses pengembangan penjualan yang maksimal ataupun biaya operasional yang semakin tinggi.  Dalam beberapa hal, perusahaan selalu berkeinginan untuk mencoba dalam mencapai strategi yang maksimal termasuk di dalamnya adalah menghindari potensi kemunculan dari program downsizing (pengurangan karyawan).

Seberapa perlu, perusahaan menjalankan program downsizing. Terdapat beberapa langkah yang dapat perusahaan dapat jalankan sebelum melakukan program downsizing tersebut.

(1) Mempelajari Statistik SDM (Sumber Daya Manusia) dalam Organisasi
Dalam melakukan proses review atas statistik SDM, sangat dibutuhkan bagi perusahaan untuk mempelajari kelompok SDM dalam perusahaannya.  Apabila didominasi SDM dengan kompetensi rendah dan memiliki penyerapan keilmuan yang rendah, perusahaan harus mempertimbangkan antara biaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi karyawan dengan melakukan proses refreshment dalam organisasi.

(2) Mempelajari prilaku Organisasi
Ada baiknya dalam proses pengelolaan Sumber Daya Manusia, perusahaan juga melakukan analisis atas kajian prilaku organisasi.  Terdapat fase yang harus diperhatikan oleh organisasi terkait dengan prilaku organisasi. Apabila perusahaan berada dalam fase pertumbuhan dan perkembanngan, proses downsizing akan memberikan resiko terhadap pertumbuhan dan prilaku organisasi yang dimaksudkan tersebut. Namun apabila organisasi tersebut berada dalam taraf kejenuhan maka salah satu cara untuk dapat bertahan adalah dengan melakukan proses pengembangan program downsizing.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam pengembangan program manajemen SDM dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 10 Agustus 2015

Manfaat HR Score Card dalam Perusahaan

Bagi banyak perusahaan, perubahan dari mekansime strategis dalam peerusahaan adalah penting. Salah satu metode strategis yang dapat dikembangkan dalam perusahaan adalah melakukan proses penyusunan HR Score Card.  Sedikit berbeda dengan Balanced Score Card, di mana lebih melihat pada aspek keuangan, HR Score Card disusun untuk melihat kinerja efektif perusahaan melalui aspek Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia.
Berpegangan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah suatu asset strategis perusahaan yang penting untuk dijaga.  HR Score Card disusun untuk mengukur sampai sejauh mana Sistem Manajemen SDM yang ditetapkan oleh perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.  Bagaimana perusahaan menjaga nilai turnover dari karyawan sehingga dapat menjaga perusahaan dari resiko kerugian akibat kehilangan karyawan yang potensial. Bagaimana sistem rekruitmen dapat dijalankan dengan baik sehingga dapat merekruit karyawan yang memiliki potensi yang positif.
Manfaat terbesar dalam proses penerapan HR Score Card adalah menetapkan suatu sistem pengukuran akan Sistem Manajemen SDM yang dikembangkan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan SDM perusahaan. (08129369926, amarylliap@gmail.com)