Peraturan perusahaan selain merupakan suatu bentuk kewajiban perusahaan yang tertuang di dalam ketetapan yang menjadi salah satu persyaratan penting perusahaan. Ada baiknya praktisi SDM (Sumber Daya Manusia) memahami tata cara serta proses yang tepat terkait dengan bagaimana proses penyusunan peraturan perusahaan yang tepat dan efektif.
Program pelatihan untuk melakukan proses penyusunan peraturan perusahaan ditujukan untuk memastikan praktisi HR/ SDM memahami dengan tepat tata cara penyusunan peraturan perusahaan. Ada baiknya perusahaan menjalankan program pelatihan untuk melakukan proses penyusunan peraturan perusahaan.
Pelatihan yang dilaksanakan 1 (satu) hari ini bertujuan untuk dapat mengembangkan dan memperbaiki peraturan perusahaan yang saat ini telah dilakukan oleh perusahaan. Dalam pelatihan ini, perusahaan akan mendapatkan beberapa hal sebagai berikut:
(1) Pemahaman atas peraturan dan perundangan ketenagakerjaan
(2) Pemahaman atas hak dan kewajiban dari perusahaan
(3) Pemahaman atas teknik penulisan peraturan perusahaan
(4) Pemahaman atas teknik sosialisasi peraturan perusahaan
Diharapkan dengan mendapatkan pelatihan yang tepat, perusahaan dapat menyusun dan menjalankan peraturan perusahaan secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Penyedia jasa konsultasi sumber daya manusia (SDM), penyedia jasa psikotest, penyedia jasa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia seperti sistem payroll, perumusan kelas jabatan, pembuatan peraturan perusahaan, sistem dan pengembangan pusat pelatihan, pusat pengembangan kompetensi dan kepemimpinanan. Kami memberikan pendekatan konsultasi secara tepat dan optimal terhadap pengembangan Perusahaan Anda. Lia Consulting---amarylliap@gmail.com, Hp: 08129369926
Selasa, 09 Agustus 2016
Senin, 08 Agustus 2016
Program Orientasi Karyawan Baru
Dalam proses rekruitmen karyawan, adalah penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa program orientasi karyawan dijalankan secara tepat dan akurat. Banyak perusahaan yang melupakan pentingnya program orientasi untuk dijalankan sebagai bentuk proses inisiasi yang bertujuan untuk proses adapatasi dan uji coba atas lingkungan kerja perusahaan.
(1) Orientasi Bukan Pelatihan
Perusahaan harus memastikan bahwa program orientasi adalah bukan program pelatihan. Program orientasi adalah program yang dijalankan dengan tujuan untuk memastikan kesesuaian kapabilitas dari SDM tersebut dalam pekerjaan yang dijalankan. Proses orientasi adalah proses validasi kesesuaian antara program rekruitmen dengan aplikasi yang dijalankan dalam perusahaan.
(2) Paket Program Pengujian
Memastikan bahwa kegiatan orientasi dilakukan dengan mengembangkan program pengujian yang tepat. Program orientasi adalah kegiatan yang masih menempel pada program rekruitmen. Sehingga tidak salah apabila aplikasi pengujian dan pemantauan dijalankan secara tepat dan akurat.
Pengembangan program orientasi haruslah dijalankan dengan metodologi yang tepat dan efektif sehingga screening atas sumber daya manusia dapat dijalankan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengelola SDM (Sumber Daya Manusia) di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Orientasi Bukan Pelatihan
Perusahaan harus memastikan bahwa program orientasi adalah bukan program pelatihan. Program orientasi adalah program yang dijalankan dengan tujuan untuk memastikan kesesuaian kapabilitas dari SDM tersebut dalam pekerjaan yang dijalankan. Proses orientasi adalah proses validasi kesesuaian antara program rekruitmen dengan aplikasi yang dijalankan dalam perusahaan.
(2) Paket Program Pengujian
Memastikan bahwa kegiatan orientasi dilakukan dengan mengembangkan program pengujian yang tepat. Program orientasi adalah kegiatan yang masih menempel pada program rekruitmen. Sehingga tidak salah apabila aplikasi pengujian dan pemantauan dijalankan secara tepat dan akurat.
Pengembangan program orientasi haruslah dijalankan dengan metodologi yang tepat dan efektif sehingga screening atas sumber daya manusia dapat dijalankan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengelola SDM (Sumber Daya Manusia) di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 14 Juli 2016
Rabu, 06 Juli 2016
Mengembangkan SOP SDM Berbasiskan 8 Pilar HR
Banyak perusahaan yang melihat bahwa SOP adalah penting untuk dijalankan dalam perusahaan. Namun banyak perusahaan yang belum dapat melihat bahwa SDM memiliki 8 pilar yang harus terimplementasikan dalam manajemen SDM. Adapun kedelapan pilar tersebut adalah seleksi dan rekruitmen, pelatihan dan pengembangan, Compensation and Benefit, Manajemen Kinerja, Perencanaan Karir, Hubungan Karyawan, Separation Management dan Personnel Administration and HRIS.
Lalu bagaimana melakukan proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) berbasiskan 8 pilar dalam manajemen SDM. Terdapat beberapapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penyusunan Standard Operating Procedure SDM.
(1) Pendekatan Strategis
Dalam penyusunan SOP HR/SDM, perusahaan menyusun standar pembagian kebijakan secara bertingkat dan sistematis. Hal ini bertujuan untuk menjaga sinkronisasi dan ketertiban dari proses penyusunan sistem da pelaksanaannya dalam perusahaan. Ada baiknya manajemen menetapkan surat keputusan atas penetapan suatu sistem berdasarkan undang-undang dan persyaratan SDM sesuai dengan 8 pilar SDM yang telah ditetapkan tersebut. Proses aplikasi dari kedelapan pilar tersebut dapat dijalankan secara strategis pada seluruh komponen organisasi. Tidak hanya khusus pada unit kerja HRD/SDM saja.
(2) Pendekatan Resiko
Ada baiknya, manajemen atas 8 pilar SDM dijabarkan ke dalam masing-masing unit terkait dengan keterlibatan pihak terkait atas pendekatan SOP yang dimaksudkan tersebut. Mengelola seluruh resiko dalam bentuk sistem operasional serta pendekatan tanggung jawab pada setiap unit yang ada.
Perusahaan harus dapat menjabarkan bahwa setiap unit kerja terlibat atas pengelolaan resiko yang berdampak pada ketidaksesuaian pelaksanaan sistem SDM.
(3) Pendekatan Kinerja
Pendekatan atas pencapaian target dan kriteria kebersihasilan sistem disusun terlebih dahulu ke dalam HR Score Card. Kemudian atas setiap aspek pencapaian yang ditargetkan tersebut ditetapkan Standard Operating Procedure yang dikelola secara efektif dalam organisasi.
Bagaimana penyusunan SOP SDM di dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana melakukan proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) berbasiskan 8 pilar dalam manajemen SDM. Terdapat beberapapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penyusunan Standard Operating Procedure SDM.
(1) Pendekatan Strategis
Dalam penyusunan SOP HR/SDM, perusahaan menyusun standar pembagian kebijakan secara bertingkat dan sistematis. Hal ini bertujuan untuk menjaga sinkronisasi dan ketertiban dari proses penyusunan sistem da pelaksanaannya dalam perusahaan. Ada baiknya manajemen menetapkan surat keputusan atas penetapan suatu sistem berdasarkan undang-undang dan persyaratan SDM sesuai dengan 8 pilar SDM yang telah ditetapkan tersebut. Proses aplikasi dari kedelapan pilar tersebut dapat dijalankan secara strategis pada seluruh komponen organisasi. Tidak hanya khusus pada unit kerja HRD/SDM saja.
(2) Pendekatan Resiko
Ada baiknya, manajemen atas 8 pilar SDM dijabarkan ke dalam masing-masing unit terkait dengan keterlibatan pihak terkait atas pendekatan SOP yang dimaksudkan tersebut. Mengelola seluruh resiko dalam bentuk sistem operasional serta pendekatan tanggung jawab pada setiap unit yang ada.
Perusahaan harus dapat menjabarkan bahwa setiap unit kerja terlibat atas pengelolaan resiko yang berdampak pada ketidaksesuaian pelaksanaan sistem SDM.
(3) Pendekatan Kinerja
Pendekatan atas pencapaian target dan kriteria kebersihasilan sistem disusun terlebih dahulu ke dalam HR Score Card. Kemudian atas setiap aspek pencapaian yang ditargetkan tersebut ditetapkan Standard Operating Procedure yang dikelola secara efektif dalam organisasi.
Bagaimana penyusunan SOP SDM di dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 05 Juni 2016
Pengembangan Mitra Penjual Independen
Program penjualan membutuhkan suatu langkah inovatif terkait dengan tata cara atas proses pengelolaan mitra penjual. Salah satu langkah yang penting yang dapat dijalankan oleh perusahaan adalah dengan mengembangkan konsep kemitraan dengan sistem independen. Selain lebih mengoptimalkan konsep fungsi dan tanggung jawab, pengembangan atas mitra penjual juga dilakukan untuk dapat memastikan program pengembangan atas mitra penjual dapat menghasilkan enterpreuner sejati.
Ada baiknya perusahaan mengenal konsep atas mitra penjual. Beberapa perusahaan mengembangkan mitra penjual dengan cara menyusun program Multi Level Marketing, dimana strategi atas marketing dijalankan dengan mengembangkan bonus dan hadiah terhadap mitra penjual. Penggunaan mitra penjual dengan sistem MLM dapat digunakan pada produk yang memiliki tingkat siklus produk yang luas/ lama. Dimana perusahaan memastikan bahwa pendekatan atas mitra penjual adalah konsumen adalah relasion dan memastikan adanya kedeketan tersebut terjalin dalam ukuran jangka panjang.
Sedangkan dalam konsep lain, mitra penjual adalah type sales freelance. Dimana sales ini dapat bekerja paruh waktu dalam menjalankan proses penjualannya. Konsep pendekatan lebih kepada produk customer good atau produk yang sudah dikenali oleh pelanggan.
Namun hal yang perlu untuk menjadi perhatian lebih dari perusahaan adalah bagaimana mengembangkan sistem insentif dan pengembangan karir dari mitra penjual. Mengingat meskipun, konsep tersebut hanya dijalankan sebagai mitra penjual independen namun ada baiknya pengembangan karir dari perusahaan harus dijadikan sebagai bentuk daya tarik bagi perusahaan.
Lalu bagaimana pengembangan mitra penjualan independen dalam perusahaan Anda? Ada baiknya perusahaan dapat mengembangkan dan mengoptimalkan hubungan dengan mitra penjual. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Rabu, 25 Mei 2016
Evaluasi Efektifitas Kebijakan SDM
Setiap perusahaan/ organisasi memiliki kebijakan khusus dalam proses pengelolaan manajemen perusahaannya. Tentu saja, salah satu program kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan adalah kebijakan SDM (Sumber Daya Manusia). Apabila perusahaan/ organisasi ingin melakukan proses evaluasi atas efektifitas kebijakan SDM, bagaimana tahapan proses yang akan dijalankan oleh perusahaan?
Langkah Pertama: Penetapan Indikator dan Pembobotan dari Dampak Kebijakan
Melakukan proses penyusunan atas indikator dan pembobotan dari dampak yang muncul atas kebijakan. Penetapan atas nilai dan bobot yang ditetapkan disusun selaras dengan perencanaan bisnis dari perusahaan.
Langkah Kedua:Menyusun Alat Ukur Evaluasi
Menyusun alat ukur yang dipergunakan untuk melakukan proses penilaian parameter. Memastikan bahwa alat ukur tersebut adalah realiable dan valid, dapat dilakukan proses pendekatan psikometris untuk menjalankan proses penyusunan.
Langkah Ketiga: Menganalisis Efek Kausalitas
Adalah penting untuk melakukan proses klasifikasi terkait dengan dampak yang muncul. Apakah dampak tersebut bersifat langsung ataupun tidak langsung atas kebijakan yang ditetapkan.
Bagaimana langkah proses evaluasi kebijakan SDM dalam organisasi Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan proses evaluasi kebijakan SDM. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langkah Pertama: Penetapan Indikator dan Pembobotan dari Dampak Kebijakan
Melakukan proses penyusunan atas indikator dan pembobotan dari dampak yang muncul atas kebijakan. Penetapan atas nilai dan bobot yang ditetapkan disusun selaras dengan perencanaan bisnis dari perusahaan.
Langkah Kedua:Menyusun Alat Ukur Evaluasi
Menyusun alat ukur yang dipergunakan untuk melakukan proses penilaian parameter. Memastikan bahwa alat ukur tersebut adalah realiable dan valid, dapat dilakukan proses pendekatan psikometris untuk menjalankan proses penyusunan.
Langkah Ketiga: Menganalisis Efek Kausalitas
Adalah penting untuk melakukan proses klasifikasi terkait dengan dampak yang muncul. Apakah dampak tersebut bersifat langsung ataupun tidak langsung atas kebijakan yang ditetapkan.
Bagaimana langkah proses evaluasi kebijakan SDM dalam organisasi Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan proses evaluasi kebijakan SDM. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 23 Mei 2016
Mengukur Efektifitas Organisasi
Banyak perusahaan yang melakukan proses penyusunan organisasi namun tidak melakukan proses evaluasi atas efektifitas dari organisasi tersebut. Ada baiknya dalam proses pengembangan organisasi, perusahaan menjalankan proses pengukuran evaluasi atas organisasi yang dimiliknya.
Berikut adalah evaluasi yang dapat dilakukan untuk mengukur efektifitas organisasi.
(1) Penurunan Nilai Resiko Proses
Organisasi yang efektif dapat secara signifikan mengurangi nilai resiko yang muncul dari suatu kegiatan proses. Memastikan bahwa seluruh dampak signifikan resiko dapat terkurangi dengan memastikan bahwa organisasi yang menjalankan telah efektif berjalan.
(2) Pencapaian Sasaran dan Target
Pencapaian sasaran dan target tidak hanya terkait dengan pencapaian yang terkait dengan kinerja tim, melainkan juga dapat meliputi sasaran dan target atas pekerjaan yang dilakukan oleh individu. Grafik pencapaian sebaiknya adalah paralel dan berjalan bersamaan.
(3) Pengelolaan Manajemen Konflik
Dalam organisasi yang efektif, dapat dipastikan bahwa manajemen konflik terkendali. Ada baiknya perusahaan menjalankan proses evaluasi dalam bentuk survey ataupun kegiatan lainnya untuk dapat melakukan proses pengukuran konflik yang terjadi dalam perusahaan.
(4) Sistem yang Terjaga
Organisasi yang efektif mampu menjaga sistem operasional secara tepat. Ketersediaan sistem menjadi bagian tujuan yang diproses oleh organisasi secara maksimal.
Bagaimana proses pengukuran efektfitas organisasi dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa efektifitas organisasi dapat terjaga. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah evaluasi yang dapat dilakukan untuk mengukur efektifitas organisasi.
(1) Penurunan Nilai Resiko Proses
Organisasi yang efektif dapat secara signifikan mengurangi nilai resiko yang muncul dari suatu kegiatan proses. Memastikan bahwa seluruh dampak signifikan resiko dapat terkurangi dengan memastikan bahwa organisasi yang menjalankan telah efektif berjalan.
(2) Pencapaian Sasaran dan Target
Pencapaian sasaran dan target tidak hanya terkait dengan pencapaian yang terkait dengan kinerja tim, melainkan juga dapat meliputi sasaran dan target atas pekerjaan yang dilakukan oleh individu. Grafik pencapaian sebaiknya adalah paralel dan berjalan bersamaan.
(3) Pengelolaan Manajemen Konflik
Dalam organisasi yang efektif, dapat dipastikan bahwa manajemen konflik terkendali. Ada baiknya perusahaan menjalankan proses evaluasi dalam bentuk survey ataupun kegiatan lainnya untuk dapat melakukan proses pengukuran konflik yang terjadi dalam perusahaan.
(4) Sistem yang Terjaga
Organisasi yang efektif mampu menjaga sistem operasional secara tepat. Ketersediaan sistem menjadi bagian tujuan yang diproses oleh organisasi secara maksimal.
Bagaimana proses pengukuran efektfitas organisasi dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa efektifitas organisasi dapat terjaga. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)