Saat ini banyak perusahaan sedang merancang program efisiensi perusahaan. Namun tidak sedikit perusahaan lupa mempertimbangkan faktor yang justru dapat memberikan resiko besar dalam proses pengelolaan program efisiensi perusahaan tersebut. Pertimbangan yang harus diperhatikan adalah beberapa hal berikut ini.
(1) Sistem yang Kuat
Efisiensi berarti perusahaan akan dibenturkan pada sedikitnya SDM ataupun dengan pemberdayaan multitaskig SDM. Konsep ini memiliki resiko tinggi apabila tidak didukung dengan sistem yang kuat. Adaptasi terhadap perubahan yang terkait dengan pengurangan ataupun pola kerja terkadang menyebabkan produktifitas menurun. Sistem harus diperkuat untuk memastikan bahwa proses kerja dijalankan dalam kondisi sesuai dengan sistem.
(2) Program Coaching
Efisiensi dapat menyebabkan adanya perubahan pola kerja yang terkadang membutuhkan waktu. Untuk dapat mempercepat waktu dan meminimalkan resiko, perusahaan harus dapat memastikan tersedianya program coaching yang tepat. Dimana kemampuan dan pemecahan masalah dapat dijalankan dengan tepat oleh karyawan.
(3) Penyesuaian Target Kerja
Di lain pihak perusahaan harus menyesuaikan kembali target kerja. Peningkatan target kerja harus menjadi bagian penting apabila akan menjalankan proses efisiensi. Dimana perusahaan harus berusaha secara terus menerus untuk memastikan bahwa target kerja tercapai sesuai dengan kemampuan. Menghitung ulang atas produktifitas organisasi sangat disarankan untuk mencegah kegagalan/ resiko.
(4) Teknologi dan Daya Dukung
Efisiensi yang dilakukan secara drastis ada baiknya mempertimbangkan penggunaan teknologi dan daya dukung. Hal ini memang dapat terlihat sebagai investasi yang mahal. Untuk memastikan bahwa proses ini dijalankan dengan tepat, ada baiknya perusahaan untuk menjalankan program riset serta analisis investasi terlebih dahulu.
(5) Penyederhanaan Produk dan Proses
Banyak perusahaan hanya menjalankan proses efisiensi dengan melakukan penyederhaan organisasi tanpa disertai dengan penyederhaan produk dan proses. Hal ini akan memberikan dampak dan resiko yang memberatkan organisasi untuk dapat mencapai target output yang dipersyaratkan.
Adalah penting bagi perusahaan saat ini untuk secara terus-menerus bertransformasi agar dapat bertahan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan pengembangan dan pengelolaan SDM dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Penyedia jasa konsultasi sumber daya manusia (SDM), penyedia jasa psikotest, penyedia jasa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia seperti sistem payroll, perumusan kelas jabatan, pembuatan peraturan perusahaan, sistem dan pengembangan pusat pelatihan, pusat pengembangan kompetensi dan kepemimpinanan. Kami memberikan pendekatan konsultasi secara tepat dan optimal terhadap pengembangan Perusahaan Anda. Lia Consulting---amarylliap@gmail.com, Hp: 08129369926
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 28 Januari 2017
Mendesain HR Service
Selain menjalankan kebijakan, salah satu fungsi manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) juga menjalankan fungsi pelayanan terkait dengan implementasi dari kebijakan SDM tersebut. Dalam program pengelolaan terkait dengan HR Service tersebut, perusahaan harus dapat memastikan bahwa pengelolaan terkait dengan jasa layanan tersebut dapat berjalan dengan tepat.
Untuk dapat meningkatkan kualitas layakan unit HR, tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk mendesain Sistem HR Service yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dipergunakan oleh perusahaan dalam mendesain Sistem HR Service yang tepat untuk dijalankan.
(1) Desain Organisasi Unit HR
Bagaimana perusahaan menjalankan desain unit HR. Beberapa perusahaan menempatkan unit HR sebagai unit pelayanan, Apabila demikian, maka perusahaan harus memuat informasi yang terkait dengan penjelasan tanggung jawab dan detail pekerjaan (dapat termuat dalam SOP) yang bermanfaat untuk dapat mendeskripsikan detail pekerjaan yang akan dijalankan tersebut. Namun untuk jenis perusahaan yang menetapkan fungsi HR hanya sebagai penetapan kebijakan saja, maka unit pelayanan HR didetailkan dalam fungsi dan tanggung jawab dari kepala unit kerja terkait lainnya.
(2) Fasilitas IT
Penerapan HRIS adalah bagian penting yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan aspek pelayanan HR dalam perusahaan. Dalam beberapa kondisi pengelolaan atas HR Service dapat dijalankan oleh sistem yang kemudian dapat diakses oleh seluruh karyawan perusahaan. Unsur kecepatan dan keakurasian adalah menjadi hal positif apabila menggunakan fasilitas ini.
Apapun desain yang perusahaan pilih dalam mendesain HR Service, itu adalah keputusan perusahaan dengan selalu mempertimbangkan faktor baik dan buruknya. Untuk lebih meningkatkan nilai dan fungsi Sistem Manajemen Perusahaan, perusahaan dapat menggunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat meningkatkan Sistem Manajemen SDM dalam perusahaan Anda tersebut? (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Untuk dapat meningkatkan kualitas layakan unit HR, tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk mendesain Sistem HR Service yang tepat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dipergunakan oleh perusahaan dalam mendesain Sistem HR Service yang tepat untuk dijalankan.
(1) Desain Organisasi Unit HR
Bagaimana perusahaan menjalankan desain unit HR. Beberapa perusahaan menempatkan unit HR sebagai unit pelayanan, Apabila demikian, maka perusahaan harus memuat informasi yang terkait dengan penjelasan tanggung jawab dan detail pekerjaan (dapat termuat dalam SOP) yang bermanfaat untuk dapat mendeskripsikan detail pekerjaan yang akan dijalankan tersebut. Namun untuk jenis perusahaan yang menetapkan fungsi HR hanya sebagai penetapan kebijakan saja, maka unit pelayanan HR didetailkan dalam fungsi dan tanggung jawab dari kepala unit kerja terkait lainnya.
(2) Fasilitas IT
Penerapan HRIS adalah bagian penting yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan aspek pelayanan HR dalam perusahaan. Dalam beberapa kondisi pengelolaan atas HR Service dapat dijalankan oleh sistem yang kemudian dapat diakses oleh seluruh karyawan perusahaan. Unsur kecepatan dan keakurasian adalah menjadi hal positif apabila menggunakan fasilitas ini.
Apapun desain yang perusahaan pilih dalam mendesain HR Service, itu adalah keputusan perusahaan dengan selalu mempertimbangkan faktor baik dan buruknya. Untuk lebih meningkatkan nilai dan fungsi Sistem Manajemen Perusahaan, perusahaan dapat menggunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat meningkatkan Sistem Manajemen SDM dalam perusahaan Anda tersebut? (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 27 Januari 2017
Pengembangan Manajemen Anti Fraud dalam Perusahaan
Ketika perusahaan mengembangkan konsep anti fraud, adalah menjadi tantangan terberat untuk memastikan bahwa sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. Banyak kasus terkait dengan manajemen anti fraud mengalami kegagalan, dan hanya berakhir pada sistem yang hanya tertuang di atas kertas. Penetapan sistem anti fraud akhirnya hanya berakhir pada sistem tanpa implementasi.
Lalu bagaimana perusahaan memastikan bahwa Sistem Manajemen Anti Fraud dapat dijalankan dengan tepat dalam perusahaan/ organisasi?
(1) Aktualisasi Resiko
Bagaimana perusahaan mengembangkan dan mengendalikan resiko? Memastikan bahwa seluruh unit kerja memiliki target dan sasaran terkait dengan pencegahan resiko. Terdapat suatu data aktual terukur yang menujukkan dalam penerapan sistem yang dimaksudkan tersebut.
(2) Sistem Pengawasan Internal
Aplikasi dan metode pengawasan internal bukan hanya melihat kesesuaian antara sistem yang dijalankan dengan pelaksanaannya saja namun juga melakukan analisis terkait dengan looping yang ada dalam sistem. Termasuk di dalamnya adalah pengendalian atas seluruh resiko yang berpotensi untuk muncul.
(3) Penjagaan Sistem
Implementasi anti fraud dapat dikendalikan melalui suatu sistem terpadu yang integratif antara pengembangan kompetensi anti fraud serta sistem pengendalian fraud.
Adalah menjadi penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan sistem manajemen anti fraud dijalankan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan dapat berjalan dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana perusahaan memastikan bahwa Sistem Manajemen Anti Fraud dapat dijalankan dengan tepat dalam perusahaan/ organisasi?
(1) Aktualisasi Resiko
Bagaimana perusahaan mengembangkan dan mengendalikan resiko? Memastikan bahwa seluruh unit kerja memiliki target dan sasaran terkait dengan pencegahan resiko. Terdapat suatu data aktual terukur yang menujukkan dalam penerapan sistem yang dimaksudkan tersebut.
(2) Sistem Pengawasan Internal
Aplikasi dan metode pengawasan internal bukan hanya melihat kesesuaian antara sistem yang dijalankan dengan pelaksanaannya saja namun juga melakukan analisis terkait dengan looping yang ada dalam sistem. Termasuk di dalamnya adalah pengendalian atas seluruh resiko yang berpotensi untuk muncul.
(3) Penjagaan Sistem
Implementasi anti fraud dapat dikendalikan melalui suatu sistem terpadu yang integratif antara pengembangan kompetensi anti fraud serta sistem pengendalian fraud.
Adalah menjadi penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan sistem manajemen anti fraud dijalankan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan dapat berjalan dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 25 Desember 2016
Desain Program Pelatihan yang Efektif
Dalam melakukan proses penyusunan atas program pelatihan, adalah penting dijalankan proses desain yang tepat dan efektif. Bagaimana proses desain terhadap program pelatihan tersebut dijalankan?
Beberapa pertimbangan dilakukan untuk dapat memastikan bahwa program pelatihan yang dijalankan oleh perusahaan dapat mencapai target dan sasaran yang tepat dalam perusahaan.
Langkah pertama: menyusun silabus pelatihan
Dalam kegiatan ini, perencanaan atas program pelatihan ditetapkan dalam produk desain yang sistematis. Seperti penetapan atas format dan struktur dari program pelatihan yang akan dijalankan, sasaran yang dituju, pendefinisian dari satuan program serta penjelasan atas detail program pelatihan tersebut.
Langkah kedua: menetapkan kualifikasi atas pelatih/ instruktur
Adalah penting dalam organisasi untuk dapat menetapkan kualifikasi dari pelatihan/ instruktur yang bertanggung jawab dalam kegiatan/ program pelatihan tersebut. Dimana instruktu/ pelatih tersebut telah mendapatkan pemenuhan atas status persyaratan sebagai pelatih dari suatu program pelatihan. Desain atas evaluasi pelatih/ instruktur adalah penting untuk ditetapkan untuk memastikan bahwa program pelatihan tersebut adalah benar dilakukan berdasarkan kualifikasi pelatih.
Langkah ketiga:Menjalankan Proses Evaluasi Peserta
Melakukan proses desain atas uji kompetensi/ penyerapan peserta. Ujian sebaiknya dilakukan tepat sehingga proses pengukuran akan kemampuan dan kompetensi peserta adalah aktual.
Bagaimana dengan proses desain program pelatihan di Perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan program pelatihan di Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Beberapa pertimbangan dilakukan untuk dapat memastikan bahwa program pelatihan yang dijalankan oleh perusahaan dapat mencapai target dan sasaran yang tepat dalam perusahaan.
Langkah pertama: menyusun silabus pelatihan
Dalam kegiatan ini, perencanaan atas program pelatihan ditetapkan dalam produk desain yang sistematis. Seperti penetapan atas format dan struktur dari program pelatihan yang akan dijalankan, sasaran yang dituju, pendefinisian dari satuan program serta penjelasan atas detail program pelatihan tersebut.
Langkah kedua: menetapkan kualifikasi atas pelatih/ instruktur
Adalah penting dalam organisasi untuk dapat menetapkan kualifikasi dari pelatihan/ instruktur yang bertanggung jawab dalam kegiatan/ program pelatihan tersebut. Dimana instruktu/ pelatih tersebut telah mendapatkan pemenuhan atas status persyaratan sebagai pelatih dari suatu program pelatihan. Desain atas evaluasi pelatih/ instruktur adalah penting untuk ditetapkan untuk memastikan bahwa program pelatihan tersebut adalah benar dilakukan berdasarkan kualifikasi pelatih.
Langkah ketiga:Menjalankan Proses Evaluasi Peserta
Melakukan proses desain atas uji kompetensi/ penyerapan peserta. Ujian sebaiknya dilakukan tepat sehingga proses pengukuran akan kemampuan dan kompetensi peserta adalah aktual.
Bagaimana dengan proses desain program pelatihan di Perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan program pelatihan di Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 20 Desember 2016
Cara Efektif Mengembangkan Leadership dalam Perusahaan
Dalam manajemen operasional perusahaan, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menyusun kerangka konsep leadership dalam setiap lini yang ada dalam perusahaan. Kerangka yang muncul itu sendiri dapat berupa strategi leadership dalam pengembilan keputusan serta aspek owenership dari business process atas tanggung jawab pekerjaan yang dimiliki oleh setiap karyawan.
Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan leadership yang kuat dalam setiap prilaku yang muncul dalam perusahaan. Lalu bagaimana perusahaan menjalankan cara yang tepat agar konsep leadership dapat berjalan secara maksimal dalam perusahaan?
(1) Pengendalian dan Pengembangan Karir yang Tepat
Peningkatan atas jalur karir menjadi bagian yang penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa konsep leadership tersusun pada setiap lini posisi dan disesuaikan dengan kompetensi yang dijalankan dalam organisasi.
(2) Program Learning
Bahwa leadership adalah suatu bentuk formula yang didesain dan disusun secara tepat dalam perusahaan. Pengembangan dalam program learning dalam bentuk komposisi program learning harus dapat dijalankan oleh perusahaan. Sharing atas pengalaman-pengalaman serta pembedahan atas setiap kasus organisasi menjadi bentuk yang penting yang dapat dikembangkan sebagai bentuk leadership dari perusahaan.
(3) Performance Management
Manajemen harus dapat menjalankan proses penilaian yang strategis, dimana proses evaluasi atas kinerja tidak hanya dijalankan untuk parameter individual performance. Evaluasi juga dapat dilakukan terhadap penilaian-penilaian yang bersifat kelompok kerja dan perusahaan. Memastikan bahwa pencapaian ataupun target tidak hanya dijalankan dalam kriteria individu saja.
Lalu bagaimana dengan pengembangan leadership dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pengelolaan dan pengembangan sistem leadership yang tepat dalam perusahaan Anda untuk dapat memastikan bahwa sistem dijalankan secara tepat dan sesuai. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan leadership yang kuat dalam setiap prilaku yang muncul dalam perusahaan. Lalu bagaimana perusahaan menjalankan cara yang tepat agar konsep leadership dapat berjalan secara maksimal dalam perusahaan?
(1) Pengendalian dan Pengembangan Karir yang Tepat
Peningkatan atas jalur karir menjadi bagian yang penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa konsep leadership tersusun pada setiap lini posisi dan disesuaikan dengan kompetensi yang dijalankan dalam organisasi.
(2) Program Learning
Bahwa leadership adalah suatu bentuk formula yang didesain dan disusun secara tepat dalam perusahaan. Pengembangan dalam program learning dalam bentuk komposisi program learning harus dapat dijalankan oleh perusahaan. Sharing atas pengalaman-pengalaman serta pembedahan atas setiap kasus organisasi menjadi bentuk yang penting yang dapat dikembangkan sebagai bentuk leadership dari perusahaan.
(3) Performance Management
Manajemen harus dapat menjalankan proses penilaian yang strategis, dimana proses evaluasi atas kinerja tidak hanya dijalankan untuk parameter individual performance. Evaluasi juga dapat dilakukan terhadap penilaian-penilaian yang bersifat kelompok kerja dan perusahaan. Memastikan bahwa pencapaian ataupun target tidak hanya dijalankan dalam kriteria individu saja.
Lalu bagaimana dengan pengembangan leadership dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pengelolaan dan pengembangan sistem leadership yang tepat dalam perusahaan Anda untuk dapat memastikan bahwa sistem dijalankan secara tepat dan sesuai. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 16 Desember 2016
Menyusun Pola Remunerasi yang Tepat dalam Bidang Manufacturing
Dalam bidang manufacturing, banyak aspek yang menjadi pertimbangan dalam menyusun pola remunerasi. Ketidaktepatan dalam mengembangkan pola remunerasi dapat menyebabkan terganggunya alokasi budget perusahaan dan dapat menyebabkan permasalahan yang terkait dengan motivasi karyawan selama bekerja.
Terdapat beberapa pertimbangan yang dapat menyebabkan perlunya perusahaan menyusun ulang terhadap pola remunerasi perusahaan.
(1) Pola Pengelolaan Karir
Umumnya dalam industri manufacturing, penetapan atas pola pengelolaan karir cenderung lebih lambat. Bagaimana program pengelolaan karir dijalankan dapat mempengaruhi proses pengembangan sistem remunerasi. Penanganan terkait dengan program karir harus dijalankan dengan budget perusahaan untuk dapat memastikan bagaimana pengelolaan desain dan jalur dapat secara efektif. Tidak dikembangkannya program karir dapat menyebabkan adanya penumpukan beban waktu kerja yang cukup tinggi dan minimnya produktifitas yang ditanggung oleh perusahaan.
(2) Menyeimbangkan Remunerasi dengan Produktifitas
Salah satu tantangan terbesar dalam industri manufacturing adalah bagaimana menjalankan proses keseimbangan antara remunerasi dan produktifitas. Penetapan skala gaji serta penyusunan komponen upah yang tepat dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan motivasi dari karyawan.Menjalankan proses perhitungan atas waktu kerja dan produktifitas adalah bagian penting dalam melakukan proses analisis dari sistem remunerasi yang akan dijalankan.
Lalu bagaimana dengan penyusunan remunerasi di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa sistem yang akan dibangun secara efektif meningkatkan kinerja SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Terdapat beberapa pertimbangan yang dapat menyebabkan perlunya perusahaan menyusun ulang terhadap pola remunerasi perusahaan.
(1) Pola Pengelolaan Karir
Umumnya dalam industri manufacturing, penetapan atas pola pengelolaan karir cenderung lebih lambat. Bagaimana program pengelolaan karir dijalankan dapat mempengaruhi proses pengembangan sistem remunerasi. Penanganan terkait dengan program karir harus dijalankan dengan budget perusahaan untuk dapat memastikan bagaimana pengelolaan desain dan jalur dapat secara efektif. Tidak dikembangkannya program karir dapat menyebabkan adanya penumpukan beban waktu kerja yang cukup tinggi dan minimnya produktifitas yang ditanggung oleh perusahaan.
(2) Menyeimbangkan Remunerasi dengan Produktifitas
Salah satu tantangan terbesar dalam industri manufacturing adalah bagaimana menjalankan proses keseimbangan antara remunerasi dan produktifitas. Penetapan skala gaji serta penyusunan komponen upah yang tepat dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan motivasi dari karyawan.Menjalankan proses perhitungan atas waktu kerja dan produktifitas adalah bagian penting dalam melakukan proses analisis dari sistem remunerasi yang akan dijalankan.
Lalu bagaimana dengan penyusunan remunerasi di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa sistem yang akan dibangun secara efektif meningkatkan kinerja SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 27 November 2016
Peranan Konsultan SDM Dalam Pengelolaan Usaha Keluarga?
Apakah saat ini, usaha Anda tergolong sebagai usaha keluarga? Tahukah Anda bahwa seluruh perusahaan besar di Indonesia saat ini adalah berasal dari perusahaan keluarga. Sehingga bukanlah harga mati apabila perusahaan keluarga adalah perusahaan yang tidak bisa berkembang dan tidak profesional. Namun, tidak ada salahnya bagi perusahaan keluarga untuk melakukan pengembangan bisnis secara maksimal walaupun perusahaa keluarga.
Dalam mengembangkan konsep dan aspek profesionalisme dalam perusahaan, tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk menggunkan jasa konsultan SDM dalam pengembangan bisnis keluarga. Lalu bagaimana peranan konsultan HR/SDM itu sendiri ketika melakukan program konsultasi manajemen ke dalam perusahaan keluarga?
(1) Perubahan Budaya Perusahaan
Perubahan budaya perusahaan dari perusahaan keluarga dijalankan dengan mengubah paradigma atas pendekatan kepatuhan perusahaan dari prinsip ke individu yang ada dalam perusahaan menjadi kepatuhan atas sistem. dalam pengembangan budaya yang positif, perusahaan harus memiliki sistem yang kuat yang secara otomatis menyebabkan adanya kepatuhan atas sistem.
(2) Orientasi Proses Berbasiskan Kinerja
Perusahaan harus mentransformasi pemikiran manajemen dari yang sebelumnya berorientasi pada target untuk kemudian diarahkan ke proses yang strategis menuju tujuan/ sasaran perusahaan. Dalam konsep pengembangan proses berbasiskan kinerja, disusun sinergi yang kuat terkait dengan business process untuk dapat memastikan tersedianya runutan input dan output yang kuat dalam proses.
(3) Sistem Manajemen Berbasiskan Kompetensi
Perusahaan diminta untuk mengevaluasi ulang atas Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya manusia) untuk dapat memastikan bahwa konsep pengelolaan SDM dijalankan melalui tahapan proses pembelajaran yang sistematis. Desain kompetensi tidak hanya disusun untuk kebutuhan perusahaan saja namun juga disusun dengan berbasiskan pada potensi-potensi SDM untuk mencapai nilai yang diharapkan dalam perusahaan.
Lalu bagaimana cara yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan proses transformasi bisnis secara tepat? Lakukan pencarian referensi eksternal yang kompeten dan pengalaman untuk memecahkan masalah terkait dengan pengelolaan manajemen perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Dalam mengembangkan konsep dan aspek profesionalisme dalam perusahaan, tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk menggunkan jasa konsultan SDM dalam pengembangan bisnis keluarga. Lalu bagaimana peranan konsultan HR/SDM itu sendiri ketika melakukan program konsultasi manajemen ke dalam perusahaan keluarga?
(1) Perubahan Budaya Perusahaan
Perubahan budaya perusahaan dari perusahaan keluarga dijalankan dengan mengubah paradigma atas pendekatan kepatuhan perusahaan dari prinsip ke individu yang ada dalam perusahaan menjadi kepatuhan atas sistem. dalam pengembangan budaya yang positif, perusahaan harus memiliki sistem yang kuat yang secara otomatis menyebabkan adanya kepatuhan atas sistem.
(2) Orientasi Proses Berbasiskan Kinerja
Perusahaan harus mentransformasi pemikiran manajemen dari yang sebelumnya berorientasi pada target untuk kemudian diarahkan ke proses yang strategis menuju tujuan/ sasaran perusahaan. Dalam konsep pengembangan proses berbasiskan kinerja, disusun sinergi yang kuat terkait dengan business process untuk dapat memastikan tersedianya runutan input dan output yang kuat dalam proses.
(3) Sistem Manajemen Berbasiskan Kompetensi
Perusahaan diminta untuk mengevaluasi ulang atas Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya manusia) untuk dapat memastikan bahwa konsep pengelolaan SDM dijalankan melalui tahapan proses pembelajaran yang sistematis. Desain kompetensi tidak hanya disusun untuk kebutuhan perusahaan saja namun juga disusun dengan berbasiskan pada potensi-potensi SDM untuk mencapai nilai yang diharapkan dalam perusahaan.
Lalu bagaimana cara yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan proses transformasi bisnis secara tepat? Lakukan pencarian referensi eksternal yang kompeten dan pengalaman untuk memecahkan masalah terkait dengan pengelolaan manajemen perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)