Senin, 30 September 2013

Bagaimana Mengoptimalkan Kinerja Manajer dalam Perusahaan?

Ketika suatu organisasi ataupun perusahaan melakukan proses penempatan manajer dalam organisasi, banyak perusahaan lebih mempertimbangkan aspek benchmarking dengan organisasi lainnya ataupun hanya kebutuhan untuk proses pendelegasian dari suatu tanggung jawab manajemen.  Banyak perusahaan melupakan aspek esensial tentang mengapa fungsi manajer tersebut dipersyaratkan dalam organisasi.

<strong>APAKAH PERUSAHAAN SAYA SUDAH MEMBUTUHKAN MANAJER?
Banyak perusahaan perlu terlebih dahulu untuk mengidentifikasi apakah kebutuhan manajer tersebut dipersyaratkan.  Ada beberapa perusahaan mengidentifikasikan bahwa kebutuhan akan manajer itu sendiri adalah suatu keharusan namun di lain tempat adalah tidak.  Manajer secara prinsip ditempatkan untuk memastikan adanya proses mengelola baik itu mengelola sumber daya manusia, proses ataupun suatu kegiatan tertentu yang membutuhkan pendampingan yang lebih mendalam.  Dalam beberapa hal, perusahaan masih dapat menjalankan proses pengelolaannya melalui proses administrasi yang dijalankan oleh Direksi.
Namun dalam beberapa hal, pengaruh direksi itu sendiri dapat memberikan efek yang negatif apabila terlibat secara langsung dengan organisasi.  Beberapa individu dalam organisasi akan memiliki suatu ikatan emosional yang kuat dengan direksi itu sendiri dan menyebabkan sulitnya untuk melakukan proses penempatan aspek profesional dalam membina hubungan dalam organisasi.

Posisi Manajer adalah menempati posisi dalam manajemen tengah, dimana organisasi itu sendiri diminta untuk dapat menjalankan suatu program evaluasi untuk melihat seberapa besar tingkat kesulitan dalam komunikasi.  Penempatan manajer adalah untuk membentuk suatu cluster instruksi yang terarah, dimana setiap komponen yang ada dalam organisasi memiliki fungsi untuk melaporan aktivitas dan kinerjanya untuk kemudian dilakukan proses evaluasi.

Sejatinya, posisi manajer pun tidak dibutuhkan untuk memberikan instruksi-instruksi sederhana dan berulang.  Apabila manajer Anda berada dalam kondisi ini, berarti manajer Anda terperangkap dalam aktivitas sebagai supervisor.  Manajer lebih dekat pada konsep penekanan strategi perencanaan dimana memastikan bahwa gerakan yang ada dalam organisasi tidak melebih target atau framework yang ditetapkan.

</strong>BAGAIMANA MENGOTPIMALKAN KINERJA MANAJER?
Hal yang terpenting adalah Anda harus memastikan bahwa manajer Anda terlindungi dengan sistem yang membuat dirinya terperangkan pada proses pengambilan keputusan situasional dan sederhana.  Sistem yang terbentuk seperti SOP, Job Description dan Instruksi Kerja akan menjamin setiap karyawan memiliking working manual dimana manajer Anda akan lebih mengarah pada fungsi evaluasi dan perencanaan.  Dengan demikian baik pihak manajemen dan direksi tidak terperangkap dalam sistem manajemen operasional yang dipenuhi oleh instruksi sederhana dan membingungkan.

Untuk lebih mengoptimalkan fungsi kinerja manajer Anda, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan kembangkan aspek strategis yang muncul dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 24 September 2013

Penempatan Leader dalam Manajemen Perubahan

Banyak perusahaan yang mempertanyakan bagaimana cara mengubah budaya perusahaan secara tepat dan efektif.  Melakukan proses penggantian logo atau dengan melakukan perubahan besar-besaran terhadap sistem.  Dalam banyak hal, perusahaan yang telah menjalani seluruh perubahan sistem seringkali gagal dalam melaksanakan proses perubahan.  Lalu dimana letak kesalahan perubahannya?

Perusahaan banyak melupakan pentingnya mengembangkan fungsi leader dalam perusahaan.  Ketika perusahaan tidak membangun fungsi ini secara tepat, maka yang muncul lebih kepada individu yang "hanya" menjabat sebagai manajer saja tanpa ada kehandalan untuk menjadi seorang leader.

Fungsi utama leader dalam manajemen perubahan adalah memastikan komitmen tim secara utuh bersatu dengan rencana strategis yang diciptakan oleh perusahaan.  Pertimbangan terhadap penyimpangan adalah suatu kesalahan yang mengakibatkan sistem tidak terlaksana.  Kebutuhan leader sebagai agent of change adalah mengendalikan setiap penolakan yang muncul dari komponen organisasi untuk memastikan bahwa fungsi strategis kembali ke dalam sistem yang dipersyaratkan.

Sekarang, apakah leader di perusahaan Anda sudah berperan sebagai agent of change yang tepat dan efektif?  Perlu proses pembelajaran secara komprehensif untuk memaksa fungsi leader tersebut dijalankan.  Adalah benar apabila leader adalah suatu fungsi yang terpisah dari jabatan, namun perusahaan harus "memaksa" jabatan dalam memunculkan komponen leader yang ditetapkan tersebut.

Apakah Anda ingin mengembangkan fungsi leader dalam rantai perubahan yang ada dalam organisasi Anda? Lakukan proses perubahan manajemen yang tepat dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 21 September 2013

Menyeimbangkan Anatara Prestasi dan Kompensasi

Ketika, masalah upah minimum diketengahkan, banyak perusahaan menolak dengan tegas dan merasa belum waktunya bagi perusahaan tersebut untuk memberikan upah minimum seperti yang dipersyaratkan tersebut.  Lalu hal menjadi menarik, apakah penetapan kompensasi dalam upah minimum adalah suatu tuntutan yang tidak mendasar, lalu mengapa disetujui oleh pemerintah.  Penetapan upah minimum selayaknya dilakukan dengan melakukan proses survey terhadap hidup minimal yang sesuai dengan persyaratan di suatu area yang mana perusahaan tersebut mempekerjakan karyawan.  Seperti akomodasi untuk transportasi, makan yang diperhitungkan bukan hanya pada individunya sendiri namun juga untuk keluarganya, biaya pendidikan anak beserta dengan biaya sekolah anak itu sendiri.

Salah satu hal yang menarik, ketika proses perhitungan itu dijalankan ternyata memang tingginya suatu kebutuhan ekonomi dari suatu daerah menyebabkan angka upah minimum tidak terbendung lagi.  Lalu muncul pertanyaan apakah adil suatu nilai kompensasi tersebut dipersyaratkan pada sumber daya manusia yang secara aktual belum dapat memenuhi persyaratakan kualitas yang ditetapkan. Lalu bagaimana menyeimbangkan antara bisnis perusahaan dengan tuntutan upah minimum yang tinggi tersebut?

(1) Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasiskan Kompetensi
Perusahaan banyak melupakan bahwa komposisi sumber daya manusia adalah bom waktu yang apabila tidak dikelola dengan manajemen yang kuat akan menggerus biaya perusahaan.  Mengelola manajemen sumber daya manusia tentunya tidak mudah, faktor spesialisasi antara usaha yang dijalankan dengan kompetensi sumber daya manusia itu sendiri.  Mengoptimalkan kompetensi adalah kunci penting yang harus dipastikan dijalankan oleh organisasi.  Pengembangan manajemen sumber daya manusia berkompetensi menjadi suatu nilai yang kuat.

(2) Pembentukan budaya perusahaan yang positif
Perusahaan berkewajiban untuk membuat peraturan perusahaan yang dapat mengimbangi tuntutan dengan cara positif, dimana kompensasi dioptimalkan untuk mendapatkan prestasi kerja yang tinggi.  Bagaimana suatu tahapan kerja diarahkan dalam pembelajaran dan fungsi karir yang tepat.
Karyawan terbentuk untuk memprioritaskan prestasi sebagai satu bentuk tahapan yang dilalui untuk menguji kelayakan kompensasi tersebut diberikan.

(3) Mengubah Komposisi Sumber Daya Manusia
Pengembangkan komposisi sumber daya manusia harus diperhitungkan kembali dengan menggunakan analaisis jabatan, dimana kebutuhan terhadap sumber daya manusia diperhitungkan secara tepat untuk dapat memastikan bahwa kinerja pekerjaan efektif dan efisien.  Pengembangan komponen fungsi menjadi lebih kuat dibandingkan struktural, kekuatan melakukan pengembangan sumber daya manusia untuk dapat mengoptimalkan fungsi multitasking dengan tepat dan optimal menjadi suatu nilai kuat bagi perusahaan untuk memiliki karyawan dengan kapasitas keahlian yang optimal.

Bagaimana perusahaan Anda melakukan proses pengembangan sumber daya manusia? Perbaikan dan pengembangan membutuhkan langkah nyata untuk segera diimplementasikan, kebaikan untuk perusahaan dan sumber daya manusia itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 01 Juli 2013

Apakah perusahaan Anda memiliki jumlah tenaga kerja dalam jumlah yang sangat banyak? Lebih dari 100 personel? Tentu saja dengan menambahnya jumlah sumber daya manusia, maka akan menjadi tantangan tersendiri dalam organisasi untuk melakukan proses pengembangan manajemen sumber daya manusia.

Langkah apa yang harus dikembangkan oleh organisasi untuk dapat mengelola secara optimal tanpa ada kesalahan dan pembebanan biaya operasional sistem yang tinggi? Jawaban dari permasalahan ini adalah dengan melakukan proses aplikasi HRIS sebagai solusi.

Apa saja manfaat yang didapatkan dari HRIS.

(1) Perbaikan Sistem Kompensasi
Dengan HRIS, diharapkan sistem kompensasi yang dijalankan dapat memastikan berjalan secara maksimal tanpa ada penyimpangan.  Dalam beberapa hal dengan menggunaakan HRIS, perusahaan akan terbantu dalam proses perhitungan bonus karyawan maupun sistem kompensasi lainnya.

(2) Perbaikan program pelatihan
Dimana seluruh data karyawan akan tercatat dan terevaluasi secara tepat.  Terdapat suatu nilai pemaksimalan dalam program tersebut untuk dapat memastikan bahwa sistem manajemen sumber daya berbasiskan kompetensi dapat secara optimal dijalankan.

(3) Sistem evaluasi kinerja
Adanya program interkoneksi pada setiap departemen sehingga nilai obyektif dari karyawan dapat terpantau secara maksimal. Proses pengukuran dan pengumpulan data dapat terupdate secara maksimal dan dikelola dalam sistematika yang cepat dan efektif.

Bagaimana dengan aplikasi data karyawan dalam perusahaan Anda, apabila Anda merasa untuk dapat mengoptimalkan proses kinerja SDM dalam perusahaan Anda jangan ragu untuk mengaplikasikan HRIS ke dalam sistem operasional perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memperbaiki sistem manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)



Sabtu, 22 Juni 2013

Kajian Organisasi dalam Sistem Matrix

Beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam melakukan proses pengembangan organisasi berkaitan dengan sistem proyek yang menjadi strategi utama dalam proses operasional perusahaan.  Ketika organisasi tersebut akan menetapkan suatu struktur organisasi yang tetap (fix) kadangkala mengalami kesulitan terkait dengan naik dan turunnya penanganan kinerja operasional proyek. Lalu bagaimana solusi yang paling tepat dalam mengoptimalkan organisasi dalam perusahaan yang mengalami masalah seperti ini?

Solusinya adalah dengan mengembangkan organisasi berkonsep struktur matrix.  Pemahaman berhubungan dengan kajian organisasi dengan konsep matrix tersebut dijalankan dengan memberikan dua fungsi yang berbeda antara bagian struktural dan fungsional. Penjelasan untuk pengembangan fungsi yang dimaksud adalah seperti yang dijelaskan dalam uraian berikut:

(1) Aspek struktural

Dalam fungsi struktural, proses aplikasi pengembangan lebih mengacu kepada pemastian fungsi manajemen operasional dijalankan.  Proses aplikasi yang sulit digabungkan dengan aspek fungsional.  Dalam konsep struktural, hal yang terpenting adalah menjaga agar aturan perusahaan dijaga agar tidak terjadi penyelewangan.  Tahapan proses yang akan diaplikasikan adalah fungsi HRD, Finance Accounting dan Pengembangan manajemen marketing.  Dimana proses ini diharapkan memiliki tingkat nilai yang optimal ketika perusahaan dalam kondisi muatan yang maksimal ataupun tidak.

(2) Aspek fungsional

Pemahaman dalam konsep fungsional dimana perusahaan dapat mengaplikasikan secara optimal tergantung kepada keaktifan kinerja operasional yang dimaksud.  Dimana fungsi ini adalah fungsi yang menjadi produk utama dalam perusahaan.

Pengembangan organisasi dengan bersifat matrix ini dapat membantu perusahaan agar bekerja dengan optimal dengan konsep manajemen yang lebih strategis.  Kembangkan operasional organisasi perusahaan Anda dengan mengembangkan kajian organisasi yang tepat. Lakukan pencarian referensi eksternal sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 15 Juni 2013

Training Need Analysis

Apakah program pelatihan di perusahaan Anda sudah berjalan dengan efektif?  Banyak perusahaan mengalami kegagalan dalam mengelola program pelatihan di dalam perusahaannya, ilustrasi sederhana yang muncul adalah dengan tingginya nilai investasi yang diberikan namun nilai pengembalia dari investasi tersebut tidak dapat terukur secara maksimal.  Mengapa demikian?

Permasalahan utama yang timbul adalah adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan pelatihan yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut dengan standar kompetensi yang seharusnya menjadi persyaratan jabatan itu sendiri. 
Salah satu cara paling efektif yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan proses pengembangan analisis kebutuhan pelatihan adalah dengan melaksanakan training need analysis. 


Dimana dalam kegiatan ini perusahaan akan melakukan proses pemetaan kompetensi terhadap jabatan yang ada ntuk kemudian dilakukan suatu penetapan batasan minimum kompetensi yang ditetapkan.  Setelah proses pemetaan kompetensi dijalankan maka dilakukan proses aplikasi terhadap perhitungan status unit kompetensi dalam pelatihan yang ada.
Tujuan terpenting dari kegiatan training need analysis selain untuk membantu pengembangan pelatihan internal sebagai dasar penyusunan dari pelatihan internal juga sangat penting dalam membuat program seleksi dalam pemilihan training eksternal.  Menarik bukan? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan program training need analysis dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 17 Maret 2013

Pelatihan Penyusunan Standard Operating Procedure

Para pemilik usaha saat ini banyak yang mengalami kejutan yang menyenangkan, namun juga sangat membuat khawatir.  Pertumbuhan dan peningkatan bisnis dalam beberapa bidang usaha menunjukkan angka yang baik dan bahkan di beberapa tempat melonjak tajam. Ketika melonjak itulah, banyak pengusaha yang menjadi khawatir bahwa kemampuan sumber daya yang ada dalam perusahaan tidak dapat mengakomodasi pengembangan manajemen operasional mereka.  Ketika segala sesuatu sudah dalam keadaan serba sibuk, kadangkala sistem tidak dijalankan atau bahkan tidak dibentuk.  Pembentukan pola pekerjaan hanya berdasarkan pada kompetensi dan kepercayaan kepada individu karyawan.  Tentu hal ini tidak memberikan manfaat yang sehat bagi perusahaan.
Lalu bagaimana cara yang paling yang tepat untuk mengoptimalkan usaha Anda.  Salah satu strategi yang paling tepat adalah dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) pada perusahaan Anda.  Proses penyusunan SOP dapat dilakukan secara mandiri di dalam perusahaan dengan pembekalan pelatihan yang memadai.  Pelatihan dengan model dua hari pelatihan dapat membantu proses pengembangan dan implementasi penyusunan SOP dalam perusahaan Anda.
Berikut adalah kurikulum dari pelatihan yang akan dijalankan.

Hari Pertama
(1) Pemahaman mengenai Standard Operating Procedure
(2) Penyusunan konsep produk organisasi
(3) Analisis kajian organisasi
(4) Evaluasi organisasi dan business process
(5) Penyusunan struktur organisasi
Hari Kedua
(1) Penetapan alir proses
(2) Proses penetapan struktur organisasi
(3) Proses penetapan flow process
(4) Proses penyusunan dan penulisan Standard Operating Procedure
(5) Workshop
Diharapkan dalam dua hari pelatihan ini, organisasi Anda akan semakin handal dalam menyusun SOP secara mandiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)