Proses analisis jabatan, adalah tahapan untuk melakukan suatu proses penelaahan terkait dengan karakteristik pekerjaan, baik dari sisi resiko, tingkat kesulitan, ataupun kompetensi yang dipersyaratkan. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan analisis, yang di dalamnya sendiri adalah tahapan langkah sebagai berikut:
(1) Mengkaji Uraian Jabatan
Adalah penting bagi suatu perusahaan untuk dapat menjalankan proses analisis jabatan dengan melakukan proses kajian dari uraian jabatan untuk dapat memastikan kondisi aktual pekerjaan yang terkandung dari jabatan tersebut. Proses kajian dapat dilakukan dengan analisis dokumen serta proses interview. Kedua pekerjaan tersebut harus dijalankan bersamaan untuk dapat memastikan bahwa jabatan yang dianalisis adalah benar valid.
(2) Menganalisis Kebutuhan Kualifikasi Jabatan
Proses selanjutnya adalah dengan melakukan proses identifikasi yang terkait dengan kualifikasi jabatan yang dimaksudkan tersebut. Bagaimana kualifikasi menjadi menjadi suatu aspek penting untuk melihat bagaimana tingkatan jabatan tersebut ditetapkan.
(3) Analisis Beban Kerja
Salah satu tahapan yang terpenting dari proses analisis jabatan adalah proses perhitungan beban kerja. Proses ini menuntut adanya analisis dari proses perhitungan waktu dan tingkatan resiko dari pekerjaan tersebut.
Demikian tahapan yang dilakukan dalam menjalankan proses analisis jabatan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Penyedia jasa konsultasi sumber daya manusia (SDM), penyedia jasa psikotest, penyedia jasa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia seperti sistem payroll, perumusan kelas jabatan, pembuatan peraturan perusahaan, sistem dan pengembangan pusat pelatihan, pusat pengembangan kompetensi dan kepemimpinanan. Kami memberikan pendekatan konsultasi secara tepat dan optimal terhadap pengembangan Perusahaan Anda. Lia Consulting---amarylliap@gmail.com, Hp: 08129369926
Minggu, 24 Mei 2015
Jumat, 22 Mei 2015
Strategi "Perampingan" Perusahaan yang Tepat dan Efektif
Bagi banyak perusahaan, kondisi saat ini adalah suatu kondisi yang sulit dan memberikan tantangan tersendiri bagi setiap perusahaan untuk dapat melalui seluruh tantangan yang muncul. Untuk menjawab tantangan, kadangkala perusahaan harus dapat melakukan langkah strategis. Salah satunya adalah langkah strategis efisiensi. Salah satu alternatif efisiensi adalah program "perampingan" sumber daya manusia.
Lalu apa saja langkah "perampingan" tersebut dapat dijalankan oleh perusahaan.
(1) Melakukan Proses Transformasi Organisasi
Ada baiknya perusahaan melakukan kajian terhadap business process dari organisasi. Bagaimana melakukan proses transformasi area kerja yang sebelumnya adalah cost centre menjadi profit centre. Beberapa tahapan dapat dilakukan seperti misalnya membentuk unit usaha ataupun mengembangkan jenis usaha investasi dan holding management. Dimana dalam konsep tersebut beberapa divisi yang sebelumnya adalah pendukung dapat dialihkan menjadi profit centre.
(2) Meningkatkan Nilai Kerja Sumber Daya Manusia
Langkah ini dilakukan dengan memberikan suatu program strategis agar nilai kerja sumber daya manusia teroptimalkan. Reorganisasi perlu untuk dilakukan untuk memastikan bahwa efisiensi dan optimalisasi sumber daya manusia dapat dikelola secara maksimal.
(3) Melakukan Proses Regenerasi Usaha
Ada kemungkinan, bahwa untuk menjawab tuntutan pasar, perusahaan harus mengubah konsep produknya. Melakukan proses regenerasi yang tepat, dimana perusahaan memberikan jawaban kepada pasar akan produk yang dibutuhkan dan dipentingkan. Proses regenerasi usaha diharapkan mendapatkan sistem organisasi yang sederhana, biaya yang efisien dan produk dengan nilai jual tinggi.
Siapkan perusahaan Anda melakukan Strategi Perampingan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjawab tantangan usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu apa saja langkah "perampingan" tersebut dapat dijalankan oleh perusahaan.
(1) Melakukan Proses Transformasi Organisasi
Ada baiknya perusahaan melakukan kajian terhadap business process dari organisasi. Bagaimana melakukan proses transformasi area kerja yang sebelumnya adalah cost centre menjadi profit centre. Beberapa tahapan dapat dilakukan seperti misalnya membentuk unit usaha ataupun mengembangkan jenis usaha investasi dan holding management. Dimana dalam konsep tersebut beberapa divisi yang sebelumnya adalah pendukung dapat dialihkan menjadi profit centre.
(2) Meningkatkan Nilai Kerja Sumber Daya Manusia
Langkah ini dilakukan dengan memberikan suatu program strategis agar nilai kerja sumber daya manusia teroptimalkan. Reorganisasi perlu untuk dilakukan untuk memastikan bahwa efisiensi dan optimalisasi sumber daya manusia dapat dikelola secara maksimal.
(3) Melakukan Proses Regenerasi Usaha
Ada kemungkinan, bahwa untuk menjawab tuntutan pasar, perusahaan harus mengubah konsep produknya. Melakukan proses regenerasi yang tepat, dimana perusahaan memberikan jawaban kepada pasar akan produk yang dibutuhkan dan dipentingkan. Proses regenerasi usaha diharapkan mendapatkan sistem organisasi yang sederhana, biaya yang efisien dan produk dengan nilai jual tinggi.
Siapkan perusahaan Anda melakukan Strategi Perampingan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjawab tantangan usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 21 Mei 2015
Mengembangkan Sistem Anti Korupsi dalam Perusahaan
Banyak perusahaan mengalami permasalahan yang terkait dengan kondisi penggelapan atau korupsi dalam sistem perusahaan. Dalam beberapa kasus, potensi penggelapan lebih banyak disebabkan karena sistem manajemen yang tidak kuat dalam memastikan sistem anti fraud tersebut dapat dijalankan.
Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat disusun terkait dengan Sistem Anti Fraud dalam perusahaan
(1) Lakukan Proses Analisis Resiko
Ada baiknya ketika sistem tersebut dibentuk dilakukan proses analisis resiko. Tujuan dari program analisis resiko tersebut adalah untuk memastikan bahwa sistem manajemen operasional tersebut secara resiko terukur.
(2) Menyusun Sistem Pencegahan
Meyusun sistem yang bertujuan untuk bermitigas terhadap proses pencegahan dari resiko yang muncul tersebut. Penetapan tindakan pencegahan yang terbentuk dalam sistem dapat dilakukan dengan cara:
(a) Menetapkan sistem pemeriksaan/ verifikasi
(b) Menghilangkan resiko atau tahapan yang beresiko
(c) Meningkatkan pelatihan karyawan
(d) Menambah tahapan sistem operasional
(3) Meningkatkan Sistem Manajemen SDM
Penggelapan/ korupsi adalah suatu resiko yang muncul akibat sistem memiliki celah. Proses pengembangkan aspek kompetensi-kompetensi non teknis yang bersifat meningkatkan aspek integritas adalah hal penting bagi perusahaan. Divisi SDM juga harus meningkatkan kemampuan dalam melakukan proses penempatan karyawan sehingga karyawan yang ditempatkan di lokasi tersebut tidak membuat suatu proses korupsi yang skematis.
Ada baiknya perusahaan mengembangkan Sistem Anti Fraud yang tepat, lakukan proses pencarian referensi eksternal dalam mengoptimalkan sistem anti fraud dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat disusun terkait dengan Sistem Anti Fraud dalam perusahaan
(1) Lakukan Proses Analisis Resiko
Ada baiknya ketika sistem tersebut dibentuk dilakukan proses analisis resiko. Tujuan dari program analisis resiko tersebut adalah untuk memastikan bahwa sistem manajemen operasional tersebut secara resiko terukur.
(2) Menyusun Sistem Pencegahan
Meyusun sistem yang bertujuan untuk bermitigas terhadap proses pencegahan dari resiko yang muncul tersebut. Penetapan tindakan pencegahan yang terbentuk dalam sistem dapat dilakukan dengan cara:
(a) Menetapkan sistem pemeriksaan/ verifikasi
(b) Menghilangkan resiko atau tahapan yang beresiko
(c) Meningkatkan pelatihan karyawan
(d) Menambah tahapan sistem operasional
(3) Meningkatkan Sistem Manajemen SDM
Penggelapan/ korupsi adalah suatu resiko yang muncul akibat sistem memiliki celah. Proses pengembangkan aspek kompetensi-kompetensi non teknis yang bersifat meningkatkan aspek integritas adalah hal penting bagi perusahaan. Divisi SDM juga harus meningkatkan kemampuan dalam melakukan proses penempatan karyawan sehingga karyawan yang ditempatkan di lokasi tersebut tidak membuat suatu proses korupsi yang skematis.
Ada baiknya perusahaan mengembangkan Sistem Anti Fraud yang tepat, lakukan proses pencarian referensi eksternal dalam mengoptimalkan sistem anti fraud dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Rabu, 13 Mei 2015
Program Pelatihan Penyusunan HR Score Card
Dalam mengembangkan prestasi kinerja dalam perusahaan, banyak
perusahaan mengalami kesulitan untuk melakukan pengukuran yang terkait
dengan kinerja sumber daya manusia. Proses investasi dalam sumber daya
manusia seperti program pelatihan dan recruitment tidak dapat
mengoptimalkan secara maksimal program-progam HR (SDM). Program HR itu
sendiri menjadi suatu tantangan bagi perusahaan untuk dapat dioptimalkan
menjadi bagian strategi yang menguntungkan dan menjadi profit.
Untuk dapat mengembangkan program pengukuran HR Score Card, ada baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan program HR Score Card tersebut. Adapun program pelatihan yang dimaksudkan tersebut adalah program pelatihan 1 (satu) hari dengan detail program pelatihan sebagai berikut:
(1) Memahami konsep HR Score Card
(2) Melakukan proses penyusunan HR Score Card dari visi dan misi perusahaan
(3) Menetapkan variabel dan kriteria pengukuran HR Score Card
(4) Workshop penyusunan program HR Score Card
Bagaimana perusahaan Anda melihat konsep strategi penerapan HR Score Card tersebut? Adalah menjadi hal dan strategi yang penting bagi perusahaan untuk menjalankan strategi HR Score Card. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep strategi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Untuk dapat mengembangkan program pengukuran HR Score Card, ada baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan program HR Score Card tersebut. Adapun program pelatihan yang dimaksudkan tersebut adalah program pelatihan 1 (satu) hari dengan detail program pelatihan sebagai berikut:
(1) Memahami konsep HR Score Card
(2) Melakukan proses penyusunan HR Score Card dari visi dan misi perusahaan
(3) Menetapkan variabel dan kriteria pengukuran HR Score Card
(4) Workshop penyusunan program HR Score Card
Bagaimana perusahaan Anda melihat konsep strategi penerapan HR Score Card tersebut? Adalah menjadi hal dan strategi yang penting bagi perusahaan untuk menjalankan strategi HR Score Card. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep strategi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Rabu, 22 April 2015
Kajian Leadership dalam Pengembangan Sistem
Banyak perusahaan/ organisasi gagal mengembangkan sistem di dalam
internal perusahaannya, meskipun terkadang sistem sudah disusun secara
sempurna. Namun sebaliknya, terdapat perusahaan yang secara sistem
tidak sempurna namun dalam implementasinya, hasil yang didapatkan dalam
proses adalah lebi baik. Mengapa demikian?
Permasalahan utama terbesar yang terkadang dilupakanj oleh organisasi/ perusahaan adalah konsep dan strategi leadership dalam perusahaan. Banyak kegagalan usaha mengalami banyak permasalahan dikarena faktor leadership. Beberapa kendala pengembangan sistem yang disebabkan oleh strategi leadersip yang salah adalah sebagai berikut.
(1) Kegagalan menciptakan budaya belajar dalam perusahaan
Bagi perusahaan, proses belajar adalah sangat penting untuk memastikan sistem dapat dijalankan secara optimal dan maksimal. Pembelajaran membuat tim yang ada dalam organisasi mudah untuk menerima sistem tanda praduga negatif serta berkurangnya unsur penilaian obyektif bagi karyawan. Pembelajaran akan menciptakan sosok leader yang kuat dalam perusahaan untuk setiap lini organisasi.
(2) Kegagalan menciptakan profesionalisme
Pola kepemimpinan yang tidak demokratis dan cenderung diciptakan atas dasar subyektifitas, menimbulkan budaya ketakutan pada personel. Bukan melihat pekerjaan atas dasar tanggung jawab dan sistem. Individu cenderung melihat sistem adalah proses yang berbeda dengan orientasi bekerja mereka. Dimana orientasi pekerja adalah lebih memuaskan kepentingan selera pemimpinnya.
(3) Kegagalan dalam membagi tanggung jawab
Leadersip yang terlalu kuat atau terlalu lemah menyebabkan konsep pembagian tanggung jawab tidak terstruktur. Ketidakmampuan untuk mengembangkan sistem penghargaan dan hukuman atas pelanggaran sistem membuat tanggung jawab tidak dapat ditekan kepada karyawan secara optimal.
Lalu bagaimana dengan penerapan sistem dalam perusahaan Anda. Apakah pengembangan kempimpinan dalam perusaaan Anda telah maksimal terimplementasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Permasalahan utama terbesar yang terkadang dilupakanj oleh organisasi/ perusahaan adalah konsep dan strategi leadership dalam perusahaan. Banyak kegagalan usaha mengalami banyak permasalahan dikarena faktor leadership. Beberapa kendala pengembangan sistem yang disebabkan oleh strategi leadersip yang salah adalah sebagai berikut.
(1) Kegagalan menciptakan budaya belajar dalam perusahaan
Bagi perusahaan, proses belajar adalah sangat penting untuk memastikan sistem dapat dijalankan secara optimal dan maksimal. Pembelajaran membuat tim yang ada dalam organisasi mudah untuk menerima sistem tanda praduga negatif serta berkurangnya unsur penilaian obyektif bagi karyawan. Pembelajaran akan menciptakan sosok leader yang kuat dalam perusahaan untuk setiap lini organisasi.
(2) Kegagalan menciptakan profesionalisme
Pola kepemimpinan yang tidak demokratis dan cenderung diciptakan atas dasar subyektifitas, menimbulkan budaya ketakutan pada personel. Bukan melihat pekerjaan atas dasar tanggung jawab dan sistem. Individu cenderung melihat sistem adalah proses yang berbeda dengan orientasi bekerja mereka. Dimana orientasi pekerja adalah lebih memuaskan kepentingan selera pemimpinnya.
(3) Kegagalan dalam membagi tanggung jawab
Leadersip yang terlalu kuat atau terlalu lemah menyebabkan konsep pembagian tanggung jawab tidak terstruktur. Ketidakmampuan untuk mengembangkan sistem penghargaan dan hukuman atas pelanggaran sistem membuat tanggung jawab tidak dapat ditekan kepada karyawan secara optimal.
Lalu bagaimana dengan penerapan sistem dalam perusahaan Anda. Apakah pengembangan kempimpinan dalam perusaaan Anda telah maksimal terimplementasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 21 Februari 2015
Mengelola Waktu Berkualitas Karyawan
Dalam ilmu manajemen, adalah sangat penting bagi suatu perusahaan/
organisasi untuk dapat menghitungan jam kerja produktif karyawan. Dalam
industri yang menggunakan konsep ban berjalan, melakukan proses
pengukuran jam produktif pada setiap karyawan. Namun hal yang menjadi
banyak pertimbangan adalah posisi perencana, supervisi dan pemeriksa,
bagaimana melakukan proses pengukuran jam produktif karyawan di bidang
tersebut. Apabila kita melakukan proses perhitungan dengan menggunakan
metode kuantifikasi per jam, maka proses identifikasi yang dijalankan
adalah tidak tepat.
Pekerjaan yang tidak bisa ditargetkan dalam bentuk kuantitas maka sebaiknya dinilai dalam bentuk kualitas. Penetapan kualitas diperhitungkan dengan tingkatan resiko bukan waktu. Perusahaan harus melakukan suatu bentuk penelitian yang dapat dijadikan acuan mengenai seberapa besar tingkat resiko tersebut dapat dikelola, faktor stress dan kelelahan dapat menurunkan kualitas pekerjaan dan menyebabkan resiko yang muncul tidak dapat dikendalikan.
Mengingat bahwa bentuk kualitas pekerjaan yang dimaksudkan tersebut tidak dapat diperhitungkan berdasarkan mekanisme waktu, maka proses penetapan kualitas tersebut diperhitungkan berdasarkan atas beberapa aspek (a) resiko perusahaan/ organisasi (b) penerapan sistem/ legal/peraturan (c) sistem operasional produktifitas. Diharapkan dengan adanya penetapan bobot yang tepat maka kualitas pekerjaan dapat dikendalikan untuk lebih maksimal.
Lakukan proses analisis SDM yang tepat dan efektif. Proses penilaian dan evaluasi SDM tersebut dapat membantu pengembangan operasional dari sistem manajemen SDM yang efektif dalam perusahaan dan organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Pekerjaan yang tidak bisa ditargetkan dalam bentuk kuantitas maka sebaiknya dinilai dalam bentuk kualitas. Penetapan kualitas diperhitungkan dengan tingkatan resiko bukan waktu. Perusahaan harus melakukan suatu bentuk penelitian yang dapat dijadikan acuan mengenai seberapa besar tingkat resiko tersebut dapat dikelola, faktor stress dan kelelahan dapat menurunkan kualitas pekerjaan dan menyebabkan resiko yang muncul tidak dapat dikendalikan.
Mengingat bahwa bentuk kualitas pekerjaan yang dimaksudkan tersebut tidak dapat diperhitungkan berdasarkan mekanisme waktu, maka proses penetapan kualitas tersebut diperhitungkan berdasarkan atas beberapa aspek (a) resiko perusahaan/ organisasi (b) penerapan sistem/ legal/peraturan (c) sistem operasional produktifitas. Diharapkan dengan adanya penetapan bobot yang tepat maka kualitas pekerjaan dapat dikendalikan untuk lebih maksimal.
Lakukan proses analisis SDM yang tepat dan efektif. Proses penilaian dan evaluasi SDM tersebut dapat membantu pengembangan operasional dari sistem manajemen SDM yang efektif dalam perusahaan dan organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 05 Februari 2015
Strategi Efektif dalam Regenerasi Organisasi
Bagaimana Anda mengkaji perusahaan Anda saat ini? Apakah perusahaan
Anda dapat mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan dari konsumen?
Banyak perusahaan besar mengalami kegagalan dari pertumbuhan
selanjutnya, yang mana alasan yang muncul adalah karena perusahaan gagal
menjalankan pengembangan konsep organisasi yang dapat mengikuti konsep
kompetisi dari perusahaan.
Lalu bagaimana konsep pengembangan organisasi yang mengikuti arus regenerasi kebutuhan konsumen.
(1) Seimbangkan core process dengan konsep produk
Perusahaan harus dapat melakukan identifikasi terkait dengan konsep produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Setelah desain produk dikembangkan jalankan analisis pengembangan alir utama (core business) yang kemudian dipastikan tergambarkan dalam organisasi.
(2) Mengembangkan konsep business process
Melakukan proses identifikasi terkait dengan core business yang dimaksud untuk kemudian melakukan penyusunan terhadap alir proses yang ditetapkan dalam business process. Proses penyusunan business process dapat mengaplikasikan model BPR, yaitu Business Process Reengineering. Dimana dengan strategi manajemen tersebut maka proses dapat dilakukan reengineering secara maksimal.
(3) Mengubah Kompetensi Organisasi
Bagaimana kompetensi organisasi diubah? Adalah hal yang sangat penting ketika organisasi akan melakukan suatu upaya penting dalam proses peningkatan organisasi untuk menetapkan fokus perubahan. Salah satu penempatan fokus yang tepat adalah pada fungsi supervisor dan manager. Adalah sangat strategis bagi perusahaan untuk menggunakan level posisi ini sebagai agen perubahan dalam menjalankan proses regenerasi organisasi.
(4) Mengembangkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang Efektif
Dalam proses regenerasi, adalah penting bagi perusahaan untuk memastikan harmonisasi pencapaian tujuan organisasi tercapat secara tepat dan efektif. Penetapan proses penilaian unjuk kerja yang tepat dapat menstimulus adanya suatu kondisi kompetitif dan tuntutan dalam organisasi untuk dapat secara dinamis bergerak dalam memastikan proses regenerasi organisasi berjalan secara cepat dan optimal.
Regenerasi organisasi kadangkala mengalami masalah kesulitan untuk dapat menyatukan kapasitas organisasi antara waktu saat ini dengan kondisi waktu yang akan dituju. Tantangan organisasi menjadi suatu hal yang harus diantisipasi dengan sistem yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana konsep pengembangan organisasi yang mengikuti arus regenerasi kebutuhan konsumen.
(1) Seimbangkan core process dengan konsep produk
Perusahaan harus dapat melakukan identifikasi terkait dengan konsep produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Setelah desain produk dikembangkan jalankan analisis pengembangan alir utama (core business) yang kemudian dipastikan tergambarkan dalam organisasi.
(2) Mengembangkan konsep business process
Melakukan proses identifikasi terkait dengan core business yang dimaksud untuk kemudian melakukan penyusunan terhadap alir proses yang ditetapkan dalam business process. Proses penyusunan business process dapat mengaplikasikan model BPR, yaitu Business Process Reengineering. Dimana dengan strategi manajemen tersebut maka proses dapat dilakukan reengineering secara maksimal.
(3) Mengubah Kompetensi Organisasi
Bagaimana kompetensi organisasi diubah? Adalah hal yang sangat penting ketika organisasi akan melakukan suatu upaya penting dalam proses peningkatan organisasi untuk menetapkan fokus perubahan. Salah satu penempatan fokus yang tepat adalah pada fungsi supervisor dan manager. Adalah sangat strategis bagi perusahaan untuk menggunakan level posisi ini sebagai agen perubahan dalam menjalankan proses regenerasi organisasi.
(4) Mengembangkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang Efektif
Dalam proses regenerasi, adalah penting bagi perusahaan untuk memastikan harmonisasi pencapaian tujuan organisasi tercapat secara tepat dan efektif. Penetapan proses penilaian unjuk kerja yang tepat dapat menstimulus adanya suatu kondisi kompetitif dan tuntutan dalam organisasi untuk dapat secara dinamis bergerak dalam memastikan proses regenerasi organisasi berjalan secara cepat dan optimal.
Regenerasi organisasi kadangkala mengalami masalah kesulitan untuk dapat menyatukan kapasitas organisasi antara waktu saat ini dengan kondisi waktu yang akan dituju. Tantangan organisasi menjadi suatu hal yang harus diantisipasi dengan sistem yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)